Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • 3 Sekawan Ini Teliti Biji Kurma, Manfaatnya Antidiabetes

Kampus

3 Sekawan Ini Teliti Biji Kurma, Manfaatnya Antidiabetes

Senin, 29 Jul 2019 09:05
Ist
Foto: Biji Kurma

JAKARTA - Menurut data WHO, diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mempoduksi cukup insulin (hormon yang meregulasi gula darah atau glukosa) atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksi secara efektif.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani kejadian diabetes mellitus, salah satunya dengan menghambat kerja alfa-glukosidase yang merupakan enzim kunci dalam pencernaan karbohidrat dan proses inhibisi alfa-glukosidase dianggap efektif untuk menunda pemecahan karbohidrat dalam usus halus serta mampu menurunkan kadar abnormal glukosa darah pada penderita diabetes.

Penghambatan kerja alfa-glukosidase biasanya dilakukan melalui konsumsi obat komersial yang beredar di masyarakat. Obat komersial yang biasa digunakanuntuk menginhibisi alfa-glukosidase, di antaranya acarbose, voglibose, dan miglitol. Namun konsumsi obat komersial tersebut memberikan efek samping seperti mual, muntah, kejang perut serta hepatotoksisitas.

Mahasiswa IPB University dari Program Studi Biokimia yaitu Lisa Giovanny, Faliha Arinda L dan Nurul Marfira melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM PE) meneliti biji kurma sebagai obat anti diabetes.

Riset yang mereka lakukan berjudul "Bima Sakti : Bji Kurma (Phoenix dactilyfera L.) Sebagai Antidiabetes dengan Mekanisme Kinetika Inhibisi Terhadap alfa-Glukosidase" di bawah bimbingan Dr Laksmi Ambarsari, MS dari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB University. Demikian seperti dikutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut Lisa, biji kurma mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid dan saponin yang mampu menghambat alfa-glukosidase, enzim kunci pada metabolisme karbohidrat. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak air, etanol, metanol dan aseton mampu mengambat alfa-glukosidase, tetapi belum ada studi yang menjelaskan aktivitas penghambatan ekstrak etanol 70 persen biji kurma terhadap alfa-glukosidase dengan mekanisme kinetika inhibisinya.

Penelitian ini bertujuan mengukur aktivitas ekstrak etanol 70 persen biji kurma dengan mekanisme kinetika inhibisi terhadap α-glukosidase. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma mampu menginhibisi enzim alfa-glukosidase dengan persentase inhibisi sebesar 61 persen pada konsentrasi 1000 ppm. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma menginhibisi alfa-glukosidase secara campuran.

"Hasilnya ekstrak etanol 70 persen biji kurma menghambat alfa-glukosidase secara kompetitif dan non-kompetitif dengan substratnya. Dari hasil riset ini harapannya dihasilkan inovasi produk antidiabetes yang efektif dan aman dari ekstrak etanol 70 persen biji kurma. Penelitian ini juga diharapkan menghasilkan artikel ilmiah mengenai aktivitas biji kurma dalam menghambat alfa-glukosidase dengan mekanisme kinetika inhibisi enzim. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menghasilkan paten sebagai obat antidiabetes," jelas Lisa selaku Ketua dalam program penelitian ini, seperti dikutip dari hasil riset IPB, Senin (29/7/2019).

Penelitian ini banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dan perguruan tinggi serta memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan potensi biji kurma sebagai obat antidiabetes. Penelitian ini juga bermanfaat agar mahasiswa tertarik melakukan penelitian tentang pemanfaatan bahan aktif dari bahan alam seperti biji kurma yang berkhasiat sebagai antidiabetes.

Menurut Lisa sektor industri juga dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bagian dari inovasi produk antidiabetes. Bagi masyarakat, penelitian ini memberikan pengetahuan mengenai khasiat biji kurma sebagai antidiabetes.


(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.