- Home
- Pendidikan
- Aplikasi Penghimpun Informasi Pascabencana dari UGM
Pendidikan
Aplikasi Penghimpun Informasi Pascabencana dari UGM
Jumat, 27 Mei 2016 10:14
JAKARTA - Sebagai negara yang terletak di kawasan pertemuan lempeng, Indonesia rawan terhadap bencana gempa bumi. Bencana tersebut tak jarang menelan banyak korban dan menimbulkan kerusakan parah. Oleh karena itu, penanganan pascabencana gempa menjadi penting untuk menekan jumlah kerugian yang muncul.
Hal tersebut turut menginspirasi lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menciptakan aplikasi berbasis android yang memudahkan masyarakat memperbarui jumlah korban, pengungsi, dan kerusakan akibat gempa. Aplikasi tersebut kemudian diberi nama 'Seismo Sense'.
"Aplikasi ini bisa memudahkan masyarakat untuk melaporkan informasi tentang jumlah korban, pengungsi dan kerusakan yang terjadi akibat gempa," ujar ketua tim pengembang Seismo Sense, Tegar Pualam, disitat dari laman UGM, Jumat (27/5/2016).
Tegar dan keempat temannya, yang terdiri atas Putri Azizah, Rais Afif, Brigitta Petra, serta Fransiskus Anindita Kristiawan merasa prihatin dengan penanganan pascagempa di Indonesia yang masih membutuhkan waktu relatif lama. Salah satu penyebabnya, metode input korban yang dilakukan oleh para relawan masih menggunakan cara manual.
"Selama ini jika terjadi bencana gempa susah mendapatkan informasi jumlah korban, kerusakan, dan lainnya karena input data masih manual sehingga berdampak pada lambatnya penanganan korban," ucapnya.
Dia menjelaskan, dengan aplikasi Seismo Sense masyarakat bisa secara langsung berpartisipasi melaporkan kondisi terkini akibat gempa. Sebab, mereka dapat berpartisipasi langsung melaporkan data mengenai korban, posisi korban, kerusakan, dan foto kerusakan secara real time.
Anggota tim lainnya, Fransiskus, menuturkan, program yang dijalankan untuk aplikasi ini adalah pencarian database dari instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan konsultasi dengan Tim Reaksi Cepat ketika bencana terjadi. Dia menambahkan, pembuatan dan pengembangan software juga dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu mengumpulkan data dengan cepat dan tepat.
"Poin-poin penting seluruh data yang masuk akan divisualisasikan ke dalam peta online dinamis. Data-data akan ditampilkan sesuai kaidah kartografis yang mempermudah proses analisis dalam pengambilan keputusan," terangnya.
Penggunaan aplikasi tersebut, lanjut Fransiskus, tergolong mudah dan sederhana, yakni dengan mengaktifkan geolocation di ponsel. Selanjutnya, secara otomatis data akan masuk ke dalam server Seismo Sense. Aplikasi ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam melakukan pemetaan kondisi daerah pascabencana secara efisien sehingga mendukung proses pengambilan kebijakan dalam proses tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh