Minggu, 03 Mei 2026

Pendidikan

Cara Generasi Muda Hadapi Arus Budaya Asing

Senin, 18 Apr 2016 14:00
okezone.com
Konferensi pers World Culture Forum (WCF) 2016.

JAKARTA - Kemajuan teknologi yang saat ini serba digital membuat masyarakat, khususnya generasi muda mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia. Dengan arus yang begitu cepat, budaya dari negara lain pun mudah masuk dan mempengaruhi kehidupan sosial sehari-hari.

Pengaruh budaya asing bagi generasi muda Tanah Air tidak serta-merta berdampak positif. Bahkan, hal tersebut sering mengundang kecemasan orangtua maupun para pendidik di sekolah.

Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan memaparkan, masuknya budaya asing tidak bisa dihindari, apalagi Indonesia merupakan bangsa yang lentur akan berbagai budaya. Yang terpenting, orangtua dan masyarakat lainnya menyadari dan memastikan bangsa Indonesia tetap memiliki nilai-nilai yang berkelanjutan.

"Pemilik masa depan itu anak muda. Tantangannya, saat ini seluruh dunia saling mewarnai. Muncul ekspresi budaya yang mempengaruhi budaya lainnya. Ini sebenarnya bukan hal baru," tutur Anies di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Kemdikbud, ucap dia, terus berupaya melestarikan kebudayaan lokal di berbagai wilayah Tanah Air supaya tidak luntur oleh zaman. Salah satunya, yakni dalam kurikulum yang diterapkan, masing-masing sekolah ditugaskan untuk membuat silabus sendiri.

"Sekarang silabus diserahkan ke sekolah supaya mereka bisa memasukkan keragaman lokal dalam proses pembelajaran. Kalau semua dari pusat maka kebudayaan lokal tidak bisa masuk. Yang penting kompetensi dasarnya sesuai," ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengatakan, anak muda perlu diberi ruang untuk berekspresi. Pasalnya, kreativitas mereka sangat berpotensi menciptakan karya-karya yang luar biasa. Oleh sebab itu, pada World Culture Forum (WCF) 2016 Oktober mendatang, peran anak muda akan diperbesar, terutama dalam ruang kreasi dan interaksi.

Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid mengimbuhkan, Dari total 1.500 peserta yang akan bergabung dalam WCF 2016, 200 di antaranya adalah anak muda. Selain itu, mereka juga turut mengundang para pejabat, komunitas, hingga masyarakat umum.

"Ada 200 anak muda, 100 orang dari luar negeri, dan 100 orang dari Indonesia. Sebanyak 100 anak bangsa itu dari 34 provinsi yang direkrut, tetapi juga bisa mendaftar untuk terlibat. Sering kali anak muda tidak diberi ruang cukup untuk menyampaikan pendapat di forum. Nah, melalui WCF akan diberi kesempatan. Kami memastikan interaksi kaum muda ini berlangsung dan sampai, mereka juga nanti akan berkeliling Bali untuk berinteraksi langsung dan memahami budaya lokal," pungkasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.