Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Cerita Pelajar Indonesia Tembus Beasiswa di Harvard University

Pendidikan

Cerita Pelajar Indonesia Tembus Beasiswa di Harvard University

Kamis, 19 Mei 2016 11:38
Iradhatie W/Okezone
Sandeep Tarman Nanwani meraih beasiswa S-2 di Harvard University.

JAKARTA - Siapa tak tahu Harvard University. Kampus berusia ratusan tahun tersebut menjadi almamater bagi berbagai tokoh dunia bahkan menjadi nomor satu terbaik versi Times Higher Education (THE) 2016. Tak heran, ribuan pelajar dari seluruh dunia berebut untuk mendapatkan kesempatan kuliah di kampus yang terletak di Amerika Serikat (AS) itu.

Ketatnya persaingan menjadi bagian dari Harvard University turut dirasakan oleh pelajar Indonesia, Sandeep Tarman Nanwani. Namun, berkat prestasi dan perjuangannya, cowok keturunan India ini akhirnya berhasil diterima S-2 program Global Health Delivery Harvard University melalui beasiswa Fulbright dari pemerintah Indonesia.

"Saya sudah tahu beasiswa Fulbright sejak lama. Perjuangan mendapat beasiswa ini lumayan karena waktu mendaftar saya sedang koas di RSUD Banyumas. Konsentrasi untuk bikin esai sekaligus internet yang kurang mendukung," tuturnya ditemui di acara Pre Departure Orientation (PDO) penerima beasiswa Fulbright 2016, belum lama ini.

Awalnya, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) itu ragu untuk mengambil S-2 atau tidak. Pasalnya, meski seorang dokter, dia tertarik pada hal-hal berbau kemanusiaan, terutama orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, seperti gelandangan. Sehingga, sempat terbesit di benaknya lanjut kuliah mengambil master antropologi.

"Akhirnya saya mengambil Global Health Delivery sebagai jembatan untuk antropologi. Selama setahun saya mengamati hidup gelandangan juga orang-orang dengan gangguan jiwa di jalanan. Entah kenapa saya suka itu," terangnya.

Setelah mendaftar dan lolos wawancara di Yogyakarta, cowok kelahiran 12 Juli 1991 itu semakin percaya diri dapat menembus beasiswa di Harvard University. Bahkan, dia mendapat rekomendasi langsung dari seorang profesor dari Harvard University yang sedang melakukan riset di Tanah Air.

"Saya bertemu dengan Profesor Byron Good dan mendapat rekomendasi beliau. Setelah diterima, nanti di sana saya akan disupervisi oleh mantan mahasiswa bimbingan Profesor Good yang juga telah menjadi profesor di Harvard. Saya merasa sangat beruntung karena sangat mengagumi profesor tersebut," ucapnya.

Sandeep merupakan satu dari enam orang di dunia yang diterima pada program Global Health Delivery. Menurut dia, kunci keberhasilannya bukan sekedar pada akademis tetapi juga passion. Berkat passion-nya terhadap orang-orang jalanan yang spesifik, dia menjadi salah satu anak bangsa yang kuliah di kampus jebolan Barack Obama itu.

"Program ini hanya menerima enam orang dari negara berkembang. Rahasianya saya rasa passion. Karena jujur, kalau akademis saya tidak kesulitan, bahkan saat koas. Tetapi ketertarikan saya terhadap gelandangan dan orang gangguan jiwa membuat saya mendapat kesempatan ini," paparnya.

Meski baru berangkat ke AS pada Juli mendatang, Sandeep sudah memiliki cita-cita untuk setelah kembali ke Tanah Air nanti. Ke depan, cowok asal Jakarta itu ingin melakukan riset etnografis tentang perjuangan anak jalanan. Selain itu, dia juga ingin memperjuangkan mereka dengan membuka kerjasama dengan dinas sosial.

"Persiapan dari sekarang menulis catatan lapangan. Karena saya akan kembali ke Indonesia melakukan penelitian di sini. Saya juga berharap suatu saat bisa memperjuangkan para anak jalanan, gelandangan, hingga orang dengan gangguan jiwa mendapat akses kesehatan walaupun tanpa KTP di era fasilitas BPJS sekarang," tukasnya. (okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.