- Home
- Pendidikan
- Dari Pekerja, Anak India Ini Dapatkan Kesempatan Bersekolah Lagi
Pendidikan
Dari Pekerja, Anak India Ini Dapatkan Kesempatan Bersekolah Lagi
Senin, 23 Mei 2016 11:01
JAKARTA - Anak-anak di India berusia antara lima sampai tujuh belas tahun harus menjalani hidup mereka dengan bekerja. Ada sekira 5,7 juta anak di India yang bekerja. Sementara itu, secara global terdapat 168 juta anak yang juga menghabiskan waktu mereka untuk bekerja berdasarkan data dari International Labour Organization.
Lebih dari setengah anak di India melakoni sejumlah pekerjaan, mulai dari membuat korek api, menenun karpet, sampai bekerja di restoran dan hotel.
"Inilah kenyataan yang terjadi. Anak-anak bekerja di kapal ikan dengan membawa tangkapan segar atau membersihkan ikan-ikan dan menjadi suruhan nelayan," ungkap salah satu guru yang ditunjuk oleh India's National Child Labour, Pramila seperti dikutip dari Reuters, Senin(23/5/2016).
Hal inilah yang terjadi pada Shalini Munnuswamy, gadis berusia 11 tahun yang juga mengisi harinya dengan bekerja. Dari pekerjaannya, ia mendapat 100 rupee atau sekira Rp20 ribu untuk setiap keranjang udang yang telah dibersihkan.
Shalini baru saja lulus dari bangku SMA di sekolahnya yang terletak di selatan kota India bernama Chennai.
"Akan ada cekcok mengenai uang di rumah. Karena itu saya pergi keluar dan membawa buku-buku saya untuk belajar," ungkapnya.
Gadis itu juga diminta untuk melunasi utang orangtuanya sebesar 500.000 rupee atau sekira Rp101 juta yang digunakan untuk biaya pernikahan saudara perempuannya. Shalini harus bekerja mulai pukul lima pagi.
"Untuk mendapatkan cukup uang, setidaknya saya harus mendapatkan lima keranjang udang untuk dibersikan," ujarnya.
Ketika Pramila bertemu dengan Shalini dan menanyakan apakah gadis tersebut ingin kembali ke sekolah, dengan cepat dia menjawab 'ya'.
"Kita memberikan akses pendidikan dan mencoba untuk menjembatani celah apa yang mereka ketahui dan mereka butuhkan di usia mereka. Kami memberikan mereka sekolah regular," ujar Pramila.
Program ini menargetkan anak usia 9 sampai 14 tahun untuk bisa mendapatkan sistem pendidikan. Shalini sendiri mengungkapkan bahwa dirinya ingin melanjutkan pedidikannya ke bangku kuliah agar nantinya bisa menjadi guru fisika.
"Saya melihat saudara perempuan saya telah menikah pada usia 13 dan 14 tahun. Sedangkan saya mendapatkan kesempatan seperti yang mereka inginkan dan saya beruntung," tambahnya.(okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh