Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Firna dan Raeni, Ikon Mahasiswa Miskin Berjuta Prestasi

Pendidikan

Firna dan Raeni, Ikon Mahasiswa Miskin Berjuta Prestasi

Jumat, 29 Jul 2016 11:01
Taufik Budi/Okezone
Firna sedang membantu sang ibu memilah botol.

SEMARANG - Kisah anak pemulung, Firna Larasanti, yang menjadi lulusan terbaik di Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengingatkan pada Raeni, wisudawan pada 2014 dengan IPK 3,96. Raeni merupakan anak tukang becak dengan penghasilan Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per hari.

Keduanya merupakan figur mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kendati demikian, mereka tak menyerah pada keadaan dengan bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Meski harus ikut banting tulang untuk bekerja bersama orangtuanya, namun mereka tetap mencetak prestasi gemilang.

Kala itu, Raeni yang merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE), meraih indeks prestasi (IP) sempurna yaitu 4,00 dan IPK 3,96. Sementara Firna adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Politik dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mendapatkan IPK 3,77. Dia menjadi lulusan terbaik kedua di jurusan dan masuk peringkat empat di fakultasnya.

Raeni mendapat kesempatan kuliah di Kampus Unnes Sekaran setelah menerima beasiswa Bidikmisi. Meski aktif mengikuti kegiatan organinasi, Raeni berhasil merampungkan pendidikan S-1 dalam tujuh semester dengan IPK nyaris sempurna.

Sementara Firna yang masuk Unnes melalui jalur seleksi mandiri baru mendapatkan beasiswa Bidikmisi pada semester kedua. Akibatnya, dia harus ikut bekerja keras membantu orangtua karena penghasilan memulung hanya berkisar Rp50 ribu per hari.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu tanpa canggung berkutat dengan sampah setiap hari. Dia memilah-milah botol bekas air mineral sesuai warna agar bisa dijual kepada pengepul. Selain itu, dia pun tak segan menjadi penjaga toko dan pelayan rumah makan.

"Penghasilan memulung kan enggak menentu, apalagi sekarang juga harga barang-barang bekas ini seringnya turun. Makanya saya harus putar otak membantu orangtua bekerja. Saya pernah menjadi pelayan rumah makan, penjaga toko, dan kerja paruh waktu lainnya. Menjadi tenaga survei juga pernah saya lakoni, yang penting halal," kata Firna, kepada Okezone, baru-baru ini.

Pihak Kampus Unnes, menyatakan bangga dengan prestasi yang dicetak dua mahasiswa tersebut. Kemiskinan bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk terus berprestasi. Meski muncul anggapan Unnes identik dengan mahasiswa miskin, pihak kampus telah berhasil mengantarkan mereka untuk mengenyam pendidikan sekaligus pretasi.

"Meski Firna bukan lulusan lulusan terbaik di urutan pertama, namun untuk mendapatkan IPK 3,77 bukan hal yang mudah bagi mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswa yang berasal kalangan keterbatasan secara ekonomi. Menurut saya, dia tetap memiliki prestasi luar biasa, meski menempati urutan kedua di Jurusan Ilmu Politik," kata Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, kepada Okezone.

Dia menegaskan, baik Raeni mapun Firna merupakan dua alumni Unnes yang bisa menjadi sumber inspirasi. Bahkan, selepas diwisuda menjadi sarjana, keduanya juga sama-sama ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2. Raeni melanjutkan pendidikan ke Universitas Birmingham, London, Inggris. Sedangkan Firna, ingin meneruskan kuliah ke National University of Singapore.

"Prinsipnya Unnes memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa yang memiliki prestasi untuk melanjutkan kuliah di dalam negeri yang bonafide maupun dalam negeri yang juga bereputasi. Kita akan melakukan pembimbingan bagi mahasiswa yang mampu atau kurang mampu, dengan mengadakan pelatihan bahasa Inggris. Jadi untuk Firna, tentu akan dibimbing," lugasnya. (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.