Sabtu, 20 Jun 2026

KAMPUS

Indonesia Krisis Penelitian

Selasa, 29 Sep 2015 16:12
Dok. Unnes
Jumlah peneliti dan hasil riset di Indonesia masih sangat kurang.
SEMARANG - Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang mengalami krisis penelitian. Dibanding dengan banyak negara (tidak termasuk negara maju seperti AS dan negara-negara Eropa), Indonesia sangat ketinggalan di bidang ini. Ketinggalan di bidang penelitian berdampak pula pada ketinggalan di bidang penulisan jurnal ilmiah nasional dan internasional karena jurnal umumnya dihasilkan dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan para peneliti.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI dan mantan Ketua Komisi X (Pendidikan dan Kesra) DPR RI Dr Agus Hermanto pada kuliah umum bagi 870 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (PPs Unnes) di Semarang, baru-baru ini. Tampil pula sebagai pembicara Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Prof Dr Paulina Panen MLs (Staf Ahli Menristekdikti Bidang Akademik), dan Prof Dr Achmad Slamet MSi (Direktur PPs Unnes).

"Dibanding Korea dan China, misalnya, Indonesia ketinggalan bila dilihat dari jumlah peneliti di suatu negara. Di banyak negara, jumlah peneliti berkisar antara 700 sampai 9.000 peneliti per satu juta penduduk. Namun di Indonesia jumlah peneliti jauh dari angka tersebut. Indonesia sangat membutuhkan banyak peneliti baru," ujar Agus Hermanto.

Menurut Agus, kebutuhan peneliti harus pula diimbangi pemerintah dengan anggaran bidang penelitian yang harus ditingkatkan serta peningkatan kesejahteraan bagi peneliti. Anggaran penelitian Indonesia tergolong sangat rendah dibanding negara-negara lain di Asia. Perguruan tinggi juga harus menggalakkan bidang-bidang penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis penelitian.

Di sisi lain, Agus Hermanto juga melihat kurangnya keterlibatan mahasiswa sarjana dan pascasarjana dalam penelitian karena faktor rumitnya pertanggungjawaban hasil penelitian mahasiswa dan faktor keenganan dari mahasiswa untuk mengajukan dana-dana program penelitian.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.