- Home
- Pendidikan
- Inovasi Alat Observasi Bawah Air Tanpa Awak
Pendidikan
Inovasi Alat Observasi Bawah Air Tanpa Awak
Kamis, 21 Apr 2016 13:31
JAKARTA - Salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo adalah pengembangan pada bidang kemaritiman. Sayangnya, observasi bawah laut di Tanah Air masih minim teknologi. Padahal, di negara lain teknologi tanpa awak sudah mulai digunakan untuk membantu berbagai kegiatan, seperti mencari potensi sumber daya alam, industri, hingga identifikasi bencana bawah laut.
Inovasi piranti observasi bawah air tanpa awak justru diciptakan oleh lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah Zulfah Zikrina, Syifa Alfiah, Hitomi Hadinuryana, dan Aqil Athalla Reksoprodjo dari Jurusan Teknik Perkapalan, serta Aldwin Akbar Hermanudin dari Jurusan Teknik Komputer. Mereka menamai alat tersebut sebagai Unmanned Underwater Vehicle (UUV) dengan menggabungkan dua buah kendaraan bawah air, yaitu Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV).
"Ada tiga fungsi utama yang melatarbelakangi penciptaan alat ini. Untuk penelitian, dapat difungsikan mengobservasi dan pemetaan bawah laut. Untuk industri membantu mengecek pipa bawah air dan pembangunan lepas pantai. Dan untuk badan keamanan negara berfungsi sebagai penjinakan bom dan pemantauan bawah air," papar ketua tim, Zulfah Zikrina dalam acara media briefing Tanoto Student Research Award (TSRA) di Annex Building, Jakarta, baru-baru ini.
Piranti observasi bawah laut tersebut memiliki berat 10 kilogram di udara dengan kecepatan maksimal 1 knot horizontal dan 0,5 knot vertikal. Untuk menggerakkan alat ini, dibutuhkan remote control.
"Alat ini bisa juga digunakan sebagai pengganti penyelam di bawah air karena dilengkapi oleh indra penglihat menggunakan kamera dan juga indra peraba atau manipulator," ujarnya.
Mengembangkan alat ini bukanlah hal yang mudah. Anggota tim lainnya, Aldwin Akbar Hermanudin menjelaskan, dari sisi pemrograman harus ditingkatkan lagi. Pasalnya, alat ini secara bersamaan harus mengambil navigasi dari satu titik ke titik lainnya sekaligus mengambil foto.
"Nah ini harus dipikirkan bagaimana menavigasi kapalnya tanpa GPS. Karena kalau sudah masuk ke dalam air sulit," tuturnya.
Pembuatan alat ini sendiri, imbuh dia, membutuhkan waktu sekira empat sampai lima bulan. Selain mendapat hibah penelitian sebesar Rp9 juta dari TSRA 2015, piranti observasi bawah air tanpa awak juga akan mengikuti kompetisi di Amerika pada Juli 2016 mendatang.
"Sebenarnya ini rancangannya sudah cukup sempurna, tinggal tambah kamera di atasnya," tandasnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh