- Home
- Pendidikan
- Inovasi Teknologi, dari Melon hingga Sapi 1 Ton
Inovasi Teknologi, dari Melon hingga Sapi 1 Ton
Kamis, 03 Des 2015 09:07
Inilah yang dilakukan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dengan menggandeng berbagai mitra petani Indonesia. Menristekdikti M Nasir bercerita, salah satu hasil riset unggulan di bidang pertanian adalah melon.
"Dulu, kita makan melon dengan daging buah berwarna oranye itu diimpor dari Thailand. Sekarang semua sudah produksi Indonesia," ujar Nasir ketika berbincang dengan Okezone di kantornya, belum lama ini.
Nasir memaparkan, hasil riset rekayasa genetika itu memungkinkan petani membuat beragam warna melon; bisa kuning, oranye hingga merah. Rasanya pun bisa ditakar tingkat kemanisannya. Tidak hanya itu, daging melon juga lebih renyah, tidak lagi lembek jika sudah terlampau masak.
"Ini hasil riset petani Indonesia yang kami bina. Hasil panen mereka juga sudah disuplai ke semua hipermarket Indonesia," imbuh Nasir.
Inovasi bidang peternakan juga tidak kalah unggul. Nasir menyebutkan, jika bobot sapi biasa rata-rata 200 kg, maka peternak sapi yang dibina Kemristekdikti bisa menghasilkan sapi seberat 525-570 kg.
"Bahkan ada juga yang mencapai 800 kg hingga satu ton. Anak sapi yang umumnya 15-18 kg bisa dikembangkan hingga berbobot 35 kg. Hal tersebut dimungkinkan melalui riset rekayasa genetik," imbuh Nasir.
Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro itu juga mendorong lahirnya inovasi unggul dalam bidang kesehatan dan obat-obatan. Pasalnya, 92 persen obat Indonesia saat ini masih impor.
"Kami dorong peneliti untuk mengembangkan biodiversitas Nusantara menjadi obat asli Indonesia. Misalnya, daun imbau dibuat jadi obat diabetes. Obat kanker juga sedang kami kembangkan," ujarnya.
Selain impor, banyak juga obat berbahaya beredar di Indonesia. Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melansir nama 54 jenis obat yang mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan.
"Itu dia, banyak orang mengeluarkan obat tanpa uji klinis. Saya juga sudah minta ke BPOM, seharusnya bisa manfaatkan laboratorium di kampus," tandas Nasir.
Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20
Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E
Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti
SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta
Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye