- Home
- Pendidikan
- Kemendikbud: 44 Juta Siswa Sudah Terdaftar untuk Terima Subsidi Kuota Internet
Kemendikbud: 44 Juta Siswa Sudah Terdaftar untuk Terima Subsidi Kuota Internet
admin
Sabtu, 12 Sep 2020 11:47
Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Evy Mulyani mengatakan jumlah data nomor ponsel yang sudah terdaftar untuk pemberian kuota internet sebanyak 21,7 juta nomor terdiri dari 44 juta siswa per Jumat (11/9). Kemudian terdapat 2,8 juta nomor dari 3,3 juta guru di Indonesia. Laporan itu berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik)
"Jumlah hingga Jumat yang terdaftar sebanyak 21,7 juta nomor terdiri dari 44 juta siswa, sementara 2,8 juta nomer dari 3,3 juta guru di Indonesia," kata Evy dalam keterangan pers, Sabtu (12/9).
Untuk mahasiswa, kata Evy nomor ponsel yang telah terdaftar sebanyak 2,7 juta nomor dari 8 juta mahasiswa, dan dosen 161 ribu dari 250 ribu dosen. Evy menjelaskan pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp7,2 triliun untuk pemberian kuota internet yang akan disalurkan melalui nomor ponsel yang terdaftar pada Dapodik dan PD-Dikti.
"Implementasi kebijakan (pemberian kuota internet) ini dapat berjalan baik melalui kolaborasi pemerintah dan industri telekomunikasi," ungkap Evy.
Menurut Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie setelah data nomor ponsel diinput di Dapodik dan PD-Dikti, tahapan berikutnya adalah proses verifikasi dan validasi (verval) untuk memastikan kebenaran nomor ponsel sebagai data dasar penyaluran bantuan.
"Pada tahap verval ini, kebenaran nomor ponsel perlu dipastikan oleh kepala sekolah, dan pimpinan perguruan tinggi dengan tujuan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran dalam pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan pada masa pandemi Covid-19," ungkap Hasan.
Kemudian tahapan selanjutnya yaitu proses verval, juga melibatkan perusahaan telekomunikasi untuk memastikan bahwa nomor yang didaftarkan tersebut aktif. Dia mengatakan Kemendikbud akan terus berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur agar mempermudah para operator Dapodik dan PD-Dikti dalam melakukan proses penginputan data.
"Kemendikbud akan terus melakukan perbaikan pada aplikasi dan sistem, sehingga penginputan data ponsel ini berjalan dengan baik dan lancar," ungkap Hasan.