Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan

Kisah Bu Guru Istiqomah Mengabdi di Bumi Papua

Selasa, 17 Mei 2016 09:36
dok. UNY
Ibu Guru Istiqomah mengajar siswanya di luar kelas.

JAKARTA - Mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selalu memberi cerita dan pengalaman tersendiri bagi siapa pun yang menjalaninya. Bagaimana tidak, keindahan alam Bumi Papua sungguh luar biasa. Deretan perbukitan hijau, sungai, hingga air terjun menjadi suguhan kala seorang guru, Istiqomah Fenica Yusnita, menempuh perjalanan udara untuk mengabdi di Distrik Okhika, Pengunungan Bintang, Papua.

Istiqomah, begitu dia akrab disapa, merupakan guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di sana, dia mengajar di dua sekolah, yaitu SD Inpres Bakonaip dan SMP N Satu Atap Bakonaip. Istiqomah mengatakan, selama mengabdi di Okhika dia tinggal di rumah dinas Kepala SD Inpres Bakonaip.

"Rumah yang kami tinggali berada di area yang strategis, yakni di dalam lingkungan sekolah. Ruang kelas SD Inpres Bakonaip berjarak dua meter di sebelah barat, di sebelah timur terdapat kompleks perumahan guru yang lain. Di sebelah utara ada balai kampung, di sebelah selatan sekitar 20 meter terdapat halaman dan ruang kelas SMP," ujarnya dinukil dari laman UNY, Selasa (17/5/2016).

Alumni prodi pendidikan kimia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) itu menceritakan, keingintahuan para siswa tentang hal-hal baru begitu tinggi. Di tingkat SMP, mereka juga sangat antusias dengan pelajaran yang diberikan. Bahkan, persaingan untuk berprestasi dari masing-masing anak cukup besar.

"Pada awalnya membiasakan belajar kepada mereka begitu sulit. Namun setelah mengetahui senangnya belajar dan tahu hal-hal baru, membuat mereka ketagihan untuk belajar bersama," terangnya.

Istiqomah berpendapat, para siswa masih haus akan kedatangan guru. Mereka terlihat masih begitu kurang akan ilmu-ilmu sehingga guru dianggap segalanya dan serba bisa. Salah satu siswa yang masih perlu bantuan guru, kata dia, adalah Dobali Iktus Tepmul yang belum bisa membaca.

"Jangankan membaca, abjad saja dia masih kesulitan menghafal. Namun dia paling unggul di kekuatan fisik dan paling rajin jika disuruh untuk kerja fisik," tuturnya.

Kendala lain yang dihadapi Istiqomah saat menjadi tenaga guru di sana adalah kedisiplinan siswa dalam belajar. Pasalnya, ada siswa yang datang pada awal dan akhir semester saja. Dia juga prihatin dengan keadaan siswa yang jarang mengenakan seragam karena tidak memilikinya.

"Pakaian sederhana seadanya, bahkan tak pernah ganti sampai-sampai saya bisa hafal nama siswa dari melihat warna baju yang dipakai. Oleh karena itu SD Inpres Bakonaip membeli seragam batik menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang akan dibagikan pada semua siswa," paparnya.

Memakai baju yang sama, ucap Istiqomah, semua anak terlihat gembira. Para siswa semangat dan antusias belajar. Baju batik baru yang dikenakan mendorong siswa lebih rajin datang ke sekolah. Selain itu, juga meningkatkan kedisiplinan dalam berpakaian serta menjaga kebersihan.

"Jika kelak saya harus meninggalkan Bakonaip, saya berharap anak-anak masih tetap belajar baik," sebutnya.

Masyarakat kampung Bakonaip menyambut gembira kedatangan para guru SM3T UNY. Bahkan, salah satu warga, Meli Uopmabin berterimakasih atas kedatangan para guru tersebut. Dia berharap, ada guru bantuan dari pemerintah untuk bisa mengajari anak-anak di Bakonaip. Bahkan mengharapkan guru tetap, bukan hanya kontrak.

"Terima kasih sudah mengajar anak-anak kami di SD dan SMP. Dengan kedatangan bapak dan ibu guru SM3T, kami bisa tahu masak-masak, bikin kue, dan latihan komputer," imbuhnya.(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.