Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kualitas SDM Naik, Angka Harapan Pendidikan Harus 12 Tahun

Kualitas SDM Naik, Angka Harapan Pendidikan Harus 12 Tahun

Senin, 02 Nov 2015 14:51
Dok. Okezone
Kualitas SDM naik, maka angka harapan pendidikan harus mencapai 12 tahun.
DEPOK – Banyaknya angka putus sekolah menjadi satu indikasi bagi suatu wilayah untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), angka harapan pendidikan harus terpenuhi 12 tahun wajib belajar.

Di Depok, Dinas Pendidikan Kota Depok coba menggandeng Dewan Pendidikan untuk bersinergi mengentaskan anak putus sekolah. "Sasarannya bukan hanya satu objek, tetapi bisa meningkatkan institusi dan kelembagaannya. Lalu kedua, kualitas dari guru-gurunya itu juga harus diperhatikan. Kemudian ketiga, kualitas dari siswanya. Jangan sampai di Depok ada anak yang putus sekolah. Ini tentunya butuh peran dari Dewan Pendidikan," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila, Senin (2/11/2015).

Ia menambahkan, anak putus sekolah terbagi menjadi dua. Pertama, anak putus sekolah di usia sekolah yang ditampung di sekolah-sekolah negeri, kemudian ditampung juga di sekolah-sekolah swasta dengan pembiayaan dari negeri. Kedua, siswa putus sekolah yang sudah di atas usia sekolah dan diikutsertakan dalam program paket A, B, dan C. "Jumlahnya sih kita sebar ke seluruh pelosok dan kecamatan. Dengan adanya program kejar paket ini akan ada peningkatan kualitas SDM," jelasnya.

Herry menegaskan pihaknya menggenjot angka harapan pendidikan hingga 12 tahun wajib belajar. Di Depok saat ini angka harapan hidup baru mencapai 11, 5 persen. "Artinya, masih ada warga yang belum tuntas 12 tahunnya. Ini yang kita kejar agar mereka ini punya kontribusi untuk peningkatan IPM," tuturnya.

Penyebabnya rata-rata mereka putus sekolah karena malas, keterbatasan biaya, sudah menikah muda, ataupun sudah bekerja. "Enggak tuntas mungkin dulu enggak punya kesempatan belajar, keterbatasan biaya, atau sudah bekerja dapat duit enggak mau sekolah, tapi kan kenyataannya untuk meningkatkan karir harus meningkatkan kompetensinya minimal dengan ijazah," jelas Herry. 

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:46

    Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:43

    Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030

    Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:42

    TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:39

    SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:33

    Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Rohul Diringkus

    PASIR PENGARAIAN - Jajaran Polres Rohul dan Polsek Ujung Batu berhasil meringkus suami korban pembunuhan di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rohul.Saat ini, pria yang diduga ku

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.