- Home
- Pendidikan
- Kuota Beasiswa Tak Terserap Maksimal
Pendidikan
Kuota Beasiswa Tak Terserap Maksimal
Kamis, 19 Mei 2016 11:45
JAKARTA - Meski banyak lembaga menawarkan beasiswa ke luar negeri, namun banyak juga kuotanya yang tidak terserap. Kemampuan bahasa Inggris yang belum kuat menjadi salah satu penyebab hal ini.
Dirjen Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan, kurangnya penguasan berbahasa inggris para calon penerima beasiswa menyebabkan kuota yang diberikan tidak tercapai. "Masalah yang sering ditemui adalah kurang menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Sehingga banyak yang tidak lolos mendapatkan beasiswa di luar negeri," katanya.
Guru Besar UGM ini memberi contoh, beasiswa Fulbright yang disediakan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) yang bekerjasama dengan Kemristekdikti saja hanya mampu diserap setengah dari kuota yang ditetapkan. Ali Ghufron menjelaskan, beasiswa kuliah S-2 dan S-3 ke Amerika ini disediakan untuk 50 dosen dari Indonesia. Namun dari sekian pelamar yang mengajukan hanya 27 orang yang dinyatakan lulus dan akan diberangkatkan oleh Aminef.
Adapun biaya yang ditanggung dari Fulbright-Kemristekdikti merupakan beasiswa penuh. Mahasiswa akan mendapat fasilitas biaya kuliah, biaya hidup, asuransi, bahkan tunjangan bagi yang sudah berkeluarga. Pada semester ketiga, mahasiswa yang mengajak keluarganya juga akan ditanggung biayanya.
Namun Ali Ghufron tidak menampik jika penawaran beasiswa dari luar negeri kurang mendapat sosialisasi sehingga tidak banyak masyarakat yang tahu. Mantan wakil menteri kesehatan ini pun menyayangkan beasiswa ini tidak terserap oleh dosen. Padahal beasiswa magister dan doktor ini, terangnya, bisa meningkatkan kualitas dosen di Indonesia melalui pembelajaran dari kampus-kampus terbaik di Amerika.
"Kompetisi dosen di Indonesia akan semakin meningkat mengingat pendidikan tinggi di Amerika termasuk kategori terbaik, dengan sistem pendidikan yang sudah mapan. Sebenarnya ini kesempatan emas. Sayang sekali jika tidak dimanfaatkan," terangnya.
Ali Ghufron mengakui, untuk melamar beasiswa di Amerika Serikat memang memiliki standar persyaratan yang cukup tinggi. Namun beasiswa Fullbright-Kemenristekdikti ini juga memprioritaskan pada program studi yang selaras dengan program pembangunan nasional. Bidang yang diprioritaskan ialah untuk bidang-bidang ketahanan pangan, agrikultur, teknologi, transportasi, kesehatan, dan belakangan ini kemaritiman. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh