Sabtu, 20 Jun 2026

KAMPUS

Mahasiswa Malaysia "KKN" di Gunung Kidul

Jumat, 13 Nov 2015 14:56
dok. UTY
Peserta ISLP mengikuti pembukaan kegiatan di UTY.
YOGYAKARTA - Sejumlah mahasiswa Malaysia ini tidak hanya melancong ke Kota Pelajar. Selama beberapa waktu, mereka tinggal bersama penduduk Yogyakarta.

Ke-17 peserta program International Service Learning Program (ISLP) 2015 itu berasal dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Peserta ISLP didampingi oleh mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) selama menetap di Kota Gudeg.

ISLP adalah program serupa kuliah kerja nyata (KKN) yang dihelat UTY dan UTM. Selama sekira satu pekan, yaitu pada 6-12 November, peserta ISLP akan menetap dan berkegiatan di antara masyarakat Kabupaten Gunungkidul.

"Selama di Dusun Randusari, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, mereka mengadakan beragam kegiatan dan bersosialisasi dengan warga masyarakat setempat," tutur Wakil Rektor UTY Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Tri Gunarsih MM.

Tri Gunarsih mengimbuhkan, program kerjasama dengan mahasiswa asing sangat bermanfaat. Selain untuk menambah wawasan, juga meningkatkan rasa percaya diri dan memperluas pertemanan baik secara langsung maupun melalui jejaring internasional.

Sementara itu. Koordinator ISLP UTM dan mahasiswa UTY, Dr Sahrin Ahmad, memaparkan, kegiatan ISLP bertujuan melatih mahasiswa berkontribusi kepada masyarakat dalam bidang sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pengembangan teknologi khususnya pertanian dan ketahanan pangan. Untuk bisa memahami dan bisa mengetahui persoalan yang sebenarnya, maka mahasiswa harus tinggal bersama masyarakat desa setempat. Dengan harapan, mereka bisa mengetahui persoalan yang sedang dihadapi desa tersebut.

"Saya kagum karena mahasiswa UTM bersama mahasiswa UTY bisa memberi pencerahan tentang dunia pertanian, perkebunan, industri rumah tangga, dan sebagainya. Kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri ini membawa pengalaman tersendiri dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena mereka bisa memahami aneka budaya yang ada di dalam masyarakat setempat," paparnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.