Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Melihat Hari Pertama Sekolah Rakyat Senin 14 Juli 2025, Siswa Semangat Ikut MPLS

Pendidikan,

Melihat Hari Pertama Sekolah Rakyat Senin 14 Juli 2025, Siswa Semangat Ikut MPLS

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 15 Jul 2025 14:45
LIPUTAN6.COM
Jakarta - Penyelenggaraan Sekolah Rakyat sudah dimulai sejak Senin 14 Juli 2025 di sejumlah daerah di Indonesia. Lalu, bagaimana pelaksanan Sekolah Rakyat hari pertama?

Salah satunya, para siswa Sekolah Rakyat yang berada di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis saat hari pertama masuk sekolah pada Senin, 14 Juli 2025.

Direktur Polteksos Bandung sekaligus Tim Satgas Pelaksana Sekolah Rakyat Kemensos Suharma mengatakan, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada Senin 14 Juli 2025 hingga Selasa 15 Juli 2025.

"Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Poltekesos selama dua hari penuh. Kami sudah siapkan tim dan alur pelaksanaannya," ujar Suharma dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin, 14 Juli 2025.

Selain itu, Suharma memastikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan telah siap, begitu juga dengan fasilitas yang mencakup asrama, ruang kelas, dan laboratorium.

Kemudian, Sekolah Rakyat Banyuwangi tahun ajaran baru 2025/2026 telah resmi dimulai. Bersama perwakilan Kementerian Sosial, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaunching langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Balai Diklat PNS, di Desa Licin, Kecamatan Banyuwangi, Senin 14 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk memohon doa dan dukungan untuk kelancaran penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Banyuwangi.

"Mohon doa dan dukungannya semoga Sekolah Rakyat ini menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Semoga mereka senang, sehat, dan bisa belajar dan tumbuh dengan baik," ucap Ipuk.

Selain itu, Kabupaten Kediri juga resmi memulai pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026. Di hari pertama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri, Senin 14 Juli 2025.

Berikut melihat penyelengaraan Sekolah Rakyat hari pertama yang dimulai pada Senin 14 Juli 2025 di sejumlah daerah Indonesia dihimpun Tim News Liputan6.com:

1. Hari Pertama Sekolah Rakyat di Bandung, Siswa Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Para siswa Sekolah Rakyat yang berada di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos) Bandung akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis saat hari pertama masuk sekolah pada Senin, 14 Juli 2025.

Direktur Polteksos Bandung sekaligus Tim Satgas Pelaksana Sekolah Rakyat Kemensos, Suharma mengatakan pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada Senin, 14 Juli 2025 hingga Selasa, 15 Juli 2025.

"Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Poltekesos selama dua hari penuh. Kami sudah siapkan tim dan alur pelaksanaannya," ujar Suharma dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin, 14 Juli 2025.

Selain itu, Suharma memastikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan telah siap, begitu juga dengan fasilitas yang mencakup asrama, ruang kelas, dan laboratorium.

"Kami pastikan seluruh fasilitas dan logistik siswa siap digunakan," ucap Suharma.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa Sekolah Rakyat merupakan upaya negara untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan.

"Kita sering bicara soal kemiskinan, tapi lupa bahwa hanya pendidikan yang benar-benar mampu memutus mata rantainya. Dan Anda, para guru Sekolah Rakyat, adalah pelopornya," tutur dia.

Sebanyak 13 Sekolah Rakyat rintisan di Jawa Barat siap beroperasi mulai Senin, 14 Juli 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengungkap Sekolah Rakyat itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Di antaranya Sentra Terpadu Galih Pakuan Ciseeng dan Sentra Terpadu Inten Suweno Cibinong di Kabupaten Bogor, Sentra Pangudi Luhur di Kota Bekasi, Sentra Phalamarta di Kabupaten Sukabumi, Sentra Wyata Guna dan BPPKS Kemensos di Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, Kompleks Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung, Pokteksos dan Sentra Wyata Guna di Kota Bandung, BLK di Kabupaten Sumedang, SMPN 18 di Kota Cirebon, serta Sentra Abiyoso dan Dinsos Jawa Barat di Kota Cimahi.

"Pemda Jabar sinergi dengan Kemensos menyiapkan 13 titik Sekolah Rakyat rintisan," ujar Herman Suryatman di Bandung pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Angkatan pertama Sekolah Rakyat di Jawa Barat terdiri dari 75 siswa SD, 675 siswa SMP, dan 640 siswa SMA. Adapun tenaga pengajar, sarana dan prasarana, hingga pengelolaan akan menjadi kewenangan Kemensos.

2. Cerita Siswa Sekolah Rakyat Handayani di Jakarta

Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat hari ini, Rabu (9/7/2025). Simulasi dilakukan di Sentra Handayani, Jakarta Timur. (merdeka.com/Arie Basuki)
Sebanyak 75 calon siswa Sekolah Rakyat Handayani, Jakarta Timur, mengaku senang dan bersemangat saat mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Iya senang hari pertama MPLS, karena sekolah baru, ketemu ruangan baru, teman-temannya juga banyak baru semua. Jadi, senang banget," kata salah satu siswa bernama Muhammad Azka Azri (12) di Sekolah Rakyat Handayani, Jakarta Timur, Senin 14 Juli 2025.

Azka menilai, kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Handayani ini lebih menyenangkan dibandingkan sekolah sebelumnya. Desain bangunan sekolah yang tampak sederhana, bersih dan tertata menjadi salah satu faktor pendukung semangat belajar para siswa.

"Pertama aku ke sini aku lihat gedungnya bagus, warnanya cerah, rapi juga kelasnya, sarana seperti kursi, meja juga bagus," ujar Azka, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, Azka mengaku senang setelah melihat rangkaian kegiatan di Sekolah Rakyat Handayani. Menurutnya, sekolah ini mempunyai kurikulum dan cara belajar yang berbeda dibandingkan sekolah umum lainnya.

"Kalau sekolah sebelumnya belajar saja. Di sini ada fasilitas lebih lengkap, kurikulumnya lebih maju. Belajarnya juga teratur, aktivitas juga. Ada laptop juga, teknologinya lebih maju. Jadi, bisa paham," jelas Azka.

Siswa asal Jatinegara Jakarta Timur ini mengetahui informasi adanya sekolah rakyat dari media sosial. Ia juga menyebutkan, hal lain yang menarik adalah lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

"Enak banyak teman-teman. Bangun tidur pagi, sholat subuh, terus senam olahraga, mandi. Kalau Senin upacara, terus belajar dari jam delapan lagi sampai sore jam tiga. Semua bareng teman-teman," ucap Azka.

Hal serupa dikatakan Herlina Putri (12) yang mengaku senang bisa bertemu banyak teman di sekolah itu sehingga termotivasi untuk belajar dan meningkatkan kreativitas di sekolah ini.

"Semangat banget, soalnya banyak teman-teman baru di sini, sekolahnya juga bagus, aku bisa semangat belajar. Aku juga bisa belajar yang lain," kata Herlina.

Kebahagiaan Herlina di hari pertama masuk sekolah semakin terlihat usai melihat peralatan mandi, kelas belajar dan meja belajar sehingga tak khawatir jika harus berasrama di sekolah ini.

Sekolah ini mulai ramai sekitar pukul 07.00 WIB. Para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga pra-sejahtera tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan itu.

Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, permainan edukatif, hingga sesi motivasi yang menginspirasi.

Sekolah Rakyat Sentra Handayani milik Kementerian Sosial yang ada di Bambu Apus, Jakarta Timur ini menampung sebanyak 75 calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama tahap pertama untuk jenjang SMP.

Sarana dan prasarana yang disiapkan di lokasi seluas 1,5 hektare itu, antara lain ruang kelas berpendingin, asrama yang layak dan ruang makan terpisah putra dan putri, serta fasilitas penunjang pembelajaran lainnya.

3. Sekolah Rakyat Banyuwangi Dimulai

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan motifasi kepada para siswa sekolah rakyat yang baru pertama kali masuk sekolah (Istimewa)
Sekolah Rakyat Banyuwangi tahun ajaran baru 2025/2026 telah resmi dimulai. Bersama perwakilan Kementerian Sosial, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melaunching langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Balai Diklat PNS, di Desa Licin, Kecamatan Banyuwangi, Senin 14 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk memohon doa dan dukungan untuk kelancaran penyelenggaraan sekolah rakyat di Banyuwangi.

"Mohon doa dan dukungannya semoga Sekolah Rakyat ini menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Semoga mereka senang, sehat, dan bisa belajar dan tumbuh dengan baik," ucap Ipuk.

Sekolah Rakyat merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan pendidikan berasrama untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat Banyuwangi diikuti 125 siswa yang terdiri dari 50 siswa SMA, 50 SMP, dan 25 siswa SD. Khusus jenjang SD, sekolah hanya menerima siswa kelas 4, 5, dan 6.

Bupati Ipuk menyapa langsung para siswa dan orang tua yang hadir mengantar anak-anaknya. Ipuk juga mengecek fasilitas yang ada di Sekolah Rakyat itu. Seperti ruang asrama dan ruang kelas yang sudah siap difungsikan.

"Awal masuk sekolah anak-anak masih menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Tadi para siswa juga dilakukan pengecekan kesehatan, untuk memastikan kesiapan mental dan fisik mereka mengikuti proses belajar mengajar," ujar Ipuk.

Sejak hari pertama ini, para siswa sudah mulai tinggal di asrama. Ipuk meminta pihak sekolah agar melakukan pengawasan, karena siswa berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta terdiri dari putra dan putri.

"Keamanan dan kenyamanan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena ini sistem berasrama, perlu dipastikan pengawasan selama 24 jam," imbuhnya.

4. Hari Pertama Sekolah Rakyat di Solo

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menyapa peserta (MPLS) di SMAN 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Senin, 14 Juli 2025.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Senin 14 Juli 2025.

Sekolah Rakyat bagi siswa dari keluarga tak mampu itu menempati lahan Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Solo yang merupakan milik Kementerian Sosial.

Pantauan Liputan6.com, sejumlah orang tua siswa terlihat mendampingi anaknya pada hari perdana MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo. Para siswa dan wali siswa tampak dikumpulkan di aula utama Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Solo.

Para siswa belum mengenakan seragam sekolah tetapi memakai lengan panjang berwarna putih dipadu dengan celana training dari masing-masing sekolah SMP asal.

Setelah itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tiba di aula tersebut dan langsung menyalami para siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo. Mantan Kapolda Jawa Tengah itu pun menyapa para siswa serta orang tuanya yang ikut hadir dalam pembukaan MPLS tersebut. Kehadiran Luthfi terlihat didampingi oleh Kepala Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Nova Dwiyanto.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengagatakan Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo merupakan satu dari sembilan Sekolah Rakyat yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah itu mulai hari ini diresmikan yang terdiri dari tiga SMP dan enam SMA untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru ini.

"Berikut di sembilan kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Jawa Tengah diresmikan Sekolah rakyat yang kita gubernur lewat dinasnya sudah memberikan izin sah," kata dia saat menghadiri pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo pada Senin 14 Juli 2025.

Gubernur Jawa Tengah itu berpesan kepada para siswa maupun tenaga pendidik bahwa selama masa orientasi pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa melarang keras terjadinya tindak kekerasan. Oleh sebab itu, ia meminta kepada siswa untuk tidak melakukan aksi perundungan kepada siswa lainnya dalam kegiatan tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya aksi perundungan, Luthfi meminta untuk segera melaporkan kepada dirinya.

"Pada saat masa orientasi ini tidak boleh ada kekerasan, saya ulangi tidak boleh ada kekerasan. Tidak boleh saling mem-bully. Awas kalau ada yang sampai mem-bully, laporkan gubernur. Kalau perlu kepala sekolah membuat satgas anti bullying. Kalau ada adik-adik yang memb-bully kepada teman-temannya bikin laporan nanti tak panggil ke provinsi," ujar dia.

"Jadi nggak boleh, karena adik-adik sekalian mau putri, mau putra di sini sama rata, sama rasa, yaitu menuntut ilmu, jelas? Jangan sampai ada bullying mau dari pakaiannya, mau dari bentuk tubuhnya, mau dari keluarganya siapa, mau rambutnya ikal, gondrong, gundul, tambutny abang, semuanya sama," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Nova Dwiyanto menjelaskan berdasarkan penjaringan yang melibatkan Dinas Sosial Solo dan Dinas Pendidikan Solo telah berhasil merekrut sebanyak 200 siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Dari jumlah siswa itu terdiri dari 113 siswa laki-laki dan 87 siswa perempuan.

"Untuk tenaga pendidik dapat kami laporkan bahwa ada satu kepala sekolah dan 20 orang tenaga guru bidang mata pelajaran maupun bidang penunjang lainnya. Ada 12 wali asuh dan wali asrama yang selama dua minggu terakhir mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan," ujar dia.

Pada hari pertama MPLS Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Novi mengungkapkan bahwa siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Kegiatan yang melibatkan petugas medis dari Puskesmas Ngoresan, Jebres, Solo itu untuk mengetahui kondisi kesehatan para siswa yang akan menjalani kegiatan belajar mengajar dengan tinggal di asrama.

"Tujuan dari pemeriksaan kesehatan untuk memeriksa apakah adik-adik ada yang memiliki penyakit-penyakit tertentu yang memerlukan pengobatan segera. Nanti ketika mereka dinyatakan sudah sehat dapat bergabung untuk memulai proses belajar mengajar," jelas Novi.

5. Sekolah Rakyat Kediri Dibuka

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa anak-anak dari Kabupaten Kediri yang menjadi siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri, Senin (14/7/2025).
Kabupaten Kediri resmi memulai pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026. Di hari pertama, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri, Senin 14 Juli 2025.

Di hadapan para siswa dan orang tua wali yang hadir, sang Bupati menekankan, pihaknya sangat mendukung berdirinya Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kediri tersebut.

"Sekolah Rakyat ini program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan tentunya kami yang ada di tingkat kabupaten melakukan support. Bentuk suport pemerintah kabupaten hari ini kami menyediakan tempat," kata Mas Dhito sapaan akrab Bupati.

Sekolah Rakyat Menengah Atas itu menempati Gedung Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN milik Pemkab Kediri. Lokasi itu menjadi tempat sementara sebelum nantinya sekolah dibangun di PlosoKidul, Kecamatan Plosoklaten.

Mas Dhito mengungkapkan, lokasi yang disediakan Pemkab Kediri untuk membangun Sekolah Rakyat di Desa PlosoKidul itu memiliki luas 7,6 hektare. Diharapkan, memasuki tahun kedua mendatang, pembangunan sekolah sudah selesai dan bisa ditempati.

Sekolah Rakyat yang kini berlokasi sementara di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan itu bukan hanya menjadi tanggung Jawab pemerintah pusat, namun juga Pemerintah Kabupaten Kediri.

Mas Dhito pun memastikan pihaknya akan terus mengawal anak-anak siswa-siswi sekolah itu dan akan mulai tinggal diasrama mendapatkan pendidikan pengasuhan yang baik.

"Bapak ibu tidak usah khawatir, karena program (Sekolah Rakyat) ini akan saya kawal sepenuhnya," ungkap Mas Dhito dihadapan orang tua wali siswa Sekolah Rakyat setingkat SMA itu.

Sebanyak 100 siswa sekolah rakyat itu merupakan warga Kabupaten Kediri yang memiliki latar belakang dari keluarga tidak mampu. Melalui sekolah ini, mereka akan mendapatkan jaminan pendidikan gratis. Melalui pendidikan, Mas Dhito berharap anak-anak yang kini menjadi siswa sekolah rakyat itu nantinya dapat mampu mengangkat derajat keluarganya.

"Pesan saya bagi siswa belajar yang rajin, angkat derajat keluarga," pesan Mas Dhito.

Secara umum, menyikapi fenomena aksi bullying di lingkungan sekolah, Mas Dhito pun berpesan kepada siswa dan pihak sekolah untuk mensosialisasikan bersama gerakan anti bullying.

Di era saat ini, Mas Dhito juga menaruh perhatian terkait pentingnya pendidikan seks usia dini. Pendidikan ini sebagai bentuk pencegah kasus seks bebas pada kalangan pelajar.

"Sosialisasi bullying dan pendidikan seks di usia dini itu perlu sekali menurut saya," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pada hari pertama masuk sekolah, pemerintah juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para siswa Sekolah Rakyat. Pemeriksaan itu sebagai deteksi resiko penyakit yang dialami siswa, mengingat mereka akan tinggal di asrama.

Sementara itu, salah satu siswa Andika Dava Dwi Prasetya bersyukur bisa diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri. Kesempatan bersekolah gratis itu, diharapkan nantinya akan memberikan manfaat bagi kariernya begitu lulus.

"Harapannya keluar dari Sekolah Rakyat bisa jadi anak yang sukses dan bisa membanggakan kedua orang tua," ucap pelajar asal Desa Srumbung, Kecamatan Ngadiluwih itu.

6. Gubernur Jawa Timur Khofifah: Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto silaturahmi ke Presiden ke-7 RI Jokowi di Solo, Selasa (15/4).(Liputan6.com/Fajar Abrori)
Hari pertama Sekolah Rakyat (SR) disambut keceriaan siswa di Jawa Timur. Mereka datang membawa perlengkapan yang diperlukan untuk tinggal di asrama. Anak laki-laki juga melengkapi diri dengan sarung dan kopiah untuk beribadah. Di Jatim, Sekolah Rakyat dibuka di 19 titik.

Muhammad Riyan, siswa kelas 1 SMP di Kota Probolinggo, mengaku sangat senang mengikuti pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kota Probolinggo.

"Saya memiliki teman baru dan bisa bersekolah gratis. Kalau kangen orang tua kan bisa dikunjungi," kata Riyan saat ditemui di eks gedung Rusunawa PPI Mayangan Kota Probolinggo yang menjadi tepat sekolahnya, Senin 14 Juli 2025.

Antusiasme menyambut hari pertama pengoperasian Sekolah Rakyat juga ditunjukkan wali murid bernama Sugiarti dan banyak wali murid lain di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sugiarti rela berjalan kaki 3 kilometer untuk mengantar anaknya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini. Sugiarti hanya seorang ibu rumah tangga, sementara suaminya buruh tani yang penghasilannya tak menentu. Mengetahui program Sekolah Rakyat ini, Sugiarti sangat bersyukur dan menyambutnya dengan antusiasme tinggi.

"Senang karena sangat membantu, bahkan sebelum tahu adanya sekolah gratis ini, saya sempat berpikir takut tidak bisa membiayai sekolah untuk anak saya," katanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terlihat bahagia melihat keceriaan dan kesiapan siswa serta orang tua mereka dalam mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang ada di Kota Probolinggo.

Khofifah yakin Sekolah Rakyat yang merupakan implementasi gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat ini berjalan efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan.

"Pendidikan adalah jalan paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan," kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, pelaksanaan pendidikan di Sekolah Rakyat ini juga difokuskan pada pembentukan karakter anak. Programnya dimonitor secara intensif melalui keberadaan wali asrama dan wali asuh.

"Dengan asrama, pembinaan karakter dan agama bisa lebih terarah," tegas Khofifah.

Pada bagian lain, Khofifah membenarkan penerapan Sekolah Rakyat ini sangat tergantung pada kesiapan ruang dan sarana pendukung, salah satunya kesiapan asrama. "Masih ada yang perlu diperbaiki lagi untuk fasilitas ke depannya," ujarnya.

Karena itu, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jatim dibagi dalam tiga kloter. Kloter 1A yang dimulai Senin hari ini menampung 1.183 siswa di seluruh Jawa Timur.

"Ada tiga siswa yang izin belum hadir. Kloter 1B akan dimulai 19 Juli 2025 dan kloter 1C menyusul pada bulan September 2025 mendatang," kata Khofifah.


7. Hari Pertama Sekolah Rakyat di Jombang dan Mojokerto hingga Malam

Hari pertama Sekolah Rakyat di Jombang juga disambut sangat antusias. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem datang menjinjing tas besar. Mereka datang naik ambulans desa ke lapangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin 14 Juli 2025.

Samsul (53) turun lebih dulu. Wajahnya letih, namun matanya menyala. Di belakangnya, Ani (52), istrinya yang penyandang disabilitas, menggamit dua anak perempuan mereka, Nisa (17) dan Jingga (13). Keempatnya menjinjing tas besarâ€"bukan berisi obat atau peralatan medis--melainkan harapan yang dikemas dalam pakaian sederhana.

"Ini bawa baju untuk tinggal di sekolah. Semua gratis, alhamdulillah," ucap Ani lirih, sembari membetulkan jilbab Nisa.

Dia tampak lebih tenang dari sebelumnya, dari hari-hari saat anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah karena tak ada biaya. Kini, anak itu kembali belajar, meski harus memulai ulang dari kelas X.

Di sisi lain, seorang ibu muda bernama Rini (46) terlihat memarkir motor tuanya. Di boncengannya, Sherly (16), anak semata wayangnya. Mereka datang dari Desa Sambirejo, Wonosalam, desa pegunungan yang jauh dari Mojoagung. Mereka telah menunggu sejak Subuh.

"Saya rela anak tinggal di sekolah, biar masa depannya lebih baik," ujar Rini, buruh tani yang tiap harinya bekerja di ladang orang lain.

Tak hanya di Kabupaten Jombang, di Kabupaten Pacitan, wilayah paling selatan dan barat di Jatim, hari pertama masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA 23) Pacitan, Senin, dipenuhi wajah-wajah penuh harap para siswa dari berbagai desa di Kabupaten Pacitan.

Salah satunya adalah Nadjua Tihta Nadia Wardhani (15), siswi asal Desa Sawahan, Kecamatan Donorojo, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan awal.

Sejak pagi, Nadjua tiba di Gedung Karya Dharma, lingkungan Pendopo Kabupaten Pacitan, yang menjadi lokasi tes kesehatan dan kebugaran sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia datang ditemani keluarga yang turut memberikan semangat di hari penting itu.

"Senang banget, hari pertama masuk bisa ketemu teman-teman dari desa dan kecamatan lain se-Kabupaten Pacitan. Tadi diantar sama keluarga," ujarnya.

Masa pengenalan lingkungan sekolah di SRMA 23 Pacitan akan berlangsung selama sepekan sebelum para siswa resmi tinggal di asrama dan menjalani pembelajaran penuh.

Sedangkan di Kabupaten Mojokerto, sebanyak 50 siswa akan belajar di Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto yang 'disulap' sebagai Sekolah Rakyat (SR) di Mojokerto.

Bintang Kurnia Purnomo Putri (13) merupakan salah satu siswa Sekolah Rakyat (SR) Mojokerto datang ke sekolah diantar kedua orang tuanya, Dony Hendro Purnowo (47) dan Apriliana (37) ke Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Mojokerto. Orang tuanya berharap sang putri kerasan dan bisa mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto membuka dua rombongan belajar dengan masing-masing sebanyak 25 siswa. Ada 50 siswa yang terdaftar dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, sebanyak 22 siswa dan sebanyak 28 siswi.

Selain itu, puluhan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang di hari pertama mereka, Senin, berkumpul di Gedung BPSDM Jatim Kampus di Jalan Kawi Kota Malang. Bangunan ini dulunya merupakan kampus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang.

Wajah penuh senyum dan antusias terlihat jelas dari para orang tua yang mengantar anak-anak mereka dari berbagai penjuru Malang. Program populis dari Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu jadi jembatan menuju masa depan lebih cerah.

Dwiyono, orang tua siswa dari Pagelaran, Malang, mengungkapkan kelegaannya. "Kemarin sempat bingung mau lanjut SMA, untungnya lolos Sekolah Rakyat ini. Saya pasrah dan ikhlas anak saya di sini, di asrama," ujarnya.

Selama menjalani pendidikan, siswa-siswi Sekolah Rakyat mendapatkan fasilitas sekolah, seragam, makan dan asrama, perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, dan perlengkapan asrama.

Widya, siswa SRMA 22 yang sebelumnya bersekolah di SMPN 6 Malang, mengatakan, "Saya berterima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan program ini."

Rahmah Dwi Nor Wita Imtikhanah, S.Pd, M.Sc, Kepala Sekolah SRMA 22 Malang, mengatakan, sekolah ini menampung 75 siswa yang terbagi dalam 3 rombongan belajar, dengan masing-masing rombongan berisi 25 siswa.

Ada sejumlah program persiapan yang akan dijalani siswa, yakni orientasi studi dan lapangan, keamanan, leadership, pengetahuan dasar mata pelajaran, program kebahasaan, pembangunan karier dan kepribadian, keterampilan sosial, kegiatan pawai budaya, dan kegiatan olahraga serta kesamaptaan.

Saat di asrama, siswa wajib bangun paling lambat pukul 04.30 WIB, dilarang membawa alat elektronik tanpa izin, serta wajib berada di kamar pada pukul 21.00 WIB.

Mereka juga diizinkan menerima tamu pada waktu yang ditentukan, membersihkan kamar dan area asrama setiap hari, tidak diperbolehkan mengambil barang milik teman tanpa izin, menjaga kebersihan pribadi dan fasilitas bersama, wajib membersihkan dan merapikan tempat tidur, dan menghormati waktu istirahat teman asrama.***(Liputan6.com)
Sumber: LIPUTAN6.COM

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.