Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Membangun Pondok Pasantren Bentuk Implementasi Pilar Pertama

Pendidikan

Membangun Pondok Pasantren Bentuk Implementasi Pilar Pertama

Laporan: Suhaimi
Minggu, 15 Mei 2016 17:57
Suhaimi
Asisten Bidang Administrasi Umum Ir. Nurahmi, MM saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama Pondok Pesantren dan Mesjid Al Najah Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar, Ahad. (15/5).
BANGKINANG  - Pembangunan Pondok pesantren dan Mesjid merupakan langkah positif dalam mengembangkan Agama Islam, tujuan ini juga merupakan salah satu bentuk pengamalan pilar Pertama dari Lima Pilar Kabupaten Kampar yakni peningkatan akhlak dan moral, dan juga menyentuh sasaran pembangunan jangka panjang daerah, program pembangunan Mesjid dan Ponpes ini juga merupakan bentuk dukungan Pengelola terhadap Tujuan Pembangunan Daerah.

"Khairunaas Anfauhum Linnaas" sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya,  artinya bahwa setiap warga berharap semoga kiprah kita dalam wadah apapun termasuk dalam pemerintahan, pendidikan dan kemasyarakatan senantiasa memberikan manfaat dan maslahat bagi umat. Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Ir. Nurahmi, MM dalam sambutannya dihadapan santriwan/santriwati Al Najah pada acara peletakan batu pertama pembangunan asrama Pondok Pesantren dan Mesjid Al Najah Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar, Ahad. (15/5).

Pembangunan Ponpes dan Mesjid ini juga diharapkan bersinergi dengan Badan Dinas terkait di Pemerintahan Daerah, Pemerintah secara penuh mendukung pembangunan ini ungkapnya.

Ditambahkan Nurahmi mengatakan dalam pengembangan agama dan keberagamaan di Kabupaten Kampar tidak pernah bergeser sedikitpun. Keberadaan pondok pesantren, madrasah dan majlis taklim telah mewarnai dan memberikan kekhasan tersendiri bagi Kabupaten Kampar.

Pembangunan Asrama Pondok Pesantren Al Najah sangatlah membantu Pemrintah Kabupaten Kampar dalam mewujudkan masyarakat yang religius/islami dan harus diyakini bahwa pembangunan asrama pondok pesantren ini adalah titik awal bagi kita untuk bangkit, untuk berbuat dan berjuang lebih keras lagi agar pesantren dan ummat islam pada umumnya meraih kemaslahatan hidup.

Untuk dapat mewujudkan Sumber daya manusia (SDM) yang beriman dan berkualitas sebagai modal investasi pelaksana pembangunan dimasa yang akan datang dibutuhkan keseimbangan sector pembangunan itu sendiri, yaitu melalui pembenahan fisik penunjang peningkatan ekonomi serta pembangunan fisik penunjang peningkatan nilai-nilai spiritual dan keimanan ujar Nurahmi.

Beliau menambahkan sudah menjadi komitmen bersama, dan menjadi salah satu program prioritas pembangunan sector keimanan melalui upaya peningkatan kualitas tempat ibadah yang ada di Kabupaten Kampar, mengingat selama ini rumah ibadah bukan hanya berperan sebagai tempat pengabdian umat terhadap pencipta semata, melainkan sebagai pusat kegiatan umat yang tentunya berkaitan dengan kemaslahatan serta upaya pererat ukhuwah islamiyah.

Sementara itu Ketua pelaksana pembangunan Mesjid dan Ponpes Ustaz Firdaus mengatakan Hari ini kita berkumpul dengan pekerjaan agama, pembangunan Musholla ini merupakan salah satu pekerjaan agama yang diperintahkan Allah SWT dan Nabi Muhammad. Pembangunan Mesjid sekaligus Pondok pesantren ini merupakan kerjasama dengan Pondok Pesantren Al Fatah Temboro.

Ustadz Firdaus menyampaikan Wajar bagi kita memikirkan bagaimana memajukan agama Islam di Kabupaten Kampar dan sekaligus menggerakkan umat dalam membesarkan Agama Islam. Hal ini sesuai dengan Program lima Pilar pembangunan Kabupaten Kampar yakni pilar pertama pening Akhlak dan moral.

Niat ini murni adalah membangkitkan siar agama yang ada di Kabupaten Kampar, pembangunan Mesjid ini juga telah mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah imbuhnya.

Sebagai salah satu pendiri Ponpes ini dirinya mengharapkan adanya dorongan dari berbagai kalangan baik dari Pemerintahan para donatur Ponpes dan Mesjid ini dapat dibangun dengan segera ujar Ustadz Firdaus.

Untuk luas lahan Pembangunan Mesjid dan Ponpes Al Najah ini dibutuhkan lahan seluas 4,4 Ha, dan keseluruhan lahan ini telah dibebaskan paparnya. (smi)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.