Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mendikbud: Sekolah Tak Bermasalah dengan Pemerintah Turki

Pendidikan

Mendikbud: Sekolah Tak Bermasalah dengan Pemerintah Turki

Sabtu, 30 Jul 2016 11:55
Dok. UMM
Mendikbud Muhadjir Effendy.

JAKARTA - Kedutaan Besar Turki di Indonesia belakangan ini mengeluarkan siaran pers mengenai sembilan sekolah yang dianggap berkaitan dengan organisasi ulama Fethullah Gulen. Hal tersebut membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy langsung menindaklanjuti dengan mengunjungi salah satu sekolah, yakni Kharisma Bangsa, di Tangerang Selatan, Banten.

Sekolah tersebut dianggap dipayungi oleh lembaga The Pacific Nations Social and Economic Development Association (PASIAD). Namun Mendikbud menilai, hal tersebut tidak cukup menjadi alasan untuk menutup sekolah.

"Dari hasil diskusi dengan pihak sekolah, sekolah tersebut tidak berkaitan dengan lembaga yang selama ini dianggap bermasalah dengan Pemerintah Turki. Sejak 2015, sekolah-sekolah ini juga sebetulnya sudah berdiri sendiri-sendiri," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Sabtu (30/7/2016).

Muhadjir menuturkan, guru-guru di sekolah yang berasal dari Turki pun sudah tidak dalam naungan PASIAD, tetapi atas nama pribadi yang bekerja sama dengan yayasan sekolah, dan sudah sesuai dengan prosedur izin sebagai pekerja asing. Oleh sebab itu, pihaknya ingin melindungi hak dasar siswa untuk terus mengikuti proses belajar.

"Sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Merujuk dalam amanat tersebut, hal-hal yang menyangkut dengan siswa akan kita lindungi, khususnya hak dasar siswa untuk terus mengikuti proses belajar mengajar di sekolah," terangnya.

Meski pendidikan penjadi tanggung jawab Kemdikbud, namun masalah yang terjadi saat ini akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

"Kami tetap akan sinkronkan dan melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, karena ini berkaitan dengan urusan antarnegara. Karena sekolah-sekolah tersebut tidak ada indikasi terkait dengan PASIAD, Kemdikbud menjamin tidak ada sekolah yang akan ditutup," tegasnya. (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.