- Home
- Pendidikan
- Menengok Pondok Pesantren Anak Broken Home di Bandung Barat
Pendidikan
Menengok Pondok Pesantren Anak Broken Home di Bandung Barat
Kamis, 18 Jul 2019 09:29
Di sebelahnya duduk seorang ustaz yang mendengarkan secara seksama tiap butir ayat yang terucap. Sementara itu, ada tiga santri lainnya yang siap untuk diuji hafalannya siang itu.
Anak-anak itu merupakan yatim piatu dan anak korban perceraian yang menimba ilmu di Pondok Alquran Baitul Jannah. Sudah hampir tujuh bulan mereka 'mondok' di bangunan bekas rumah makan itu.
Baitul Jannah merupakan pondok Alquran yang didirikan oleh Yopi Firmansyah dan Irvan Nur Ulum pada Januari 2019 lalu. Di tempat ini, anak-anak yatim piatu, duafa, dan anak broken home bisa menimba ilmu secara gratis.
Berasal dari keluarga broken home dan pernah hidup di jalanan, menggerakkan Yopi untuk membuat pondok Alquran bagi anak-anak yang tidak beruntung. Ia tak ingin anak-anak itu merasakan kepedihan yang pernah dialaminya.
"Saya awalnya punya uang tabungan untuk menyekolahkan tiga anak saya, tapi kemudian saya terpikir untuk membuat sekolah saja untuk anak-anak saya, sekaligus menolong anak-anak lainnya," ujar Yopi.
Ternyata, respons yang didapatkan sangat positif. Belum genap satu bulan, sudah puluhan anak atau orang tua yang ingin mendaftar.
"Saya keliling ke RT dan RW di Lembang, alhamdulillah banyak yang ingin masuk," kata Yopi.
Menjalankan program pendidikan gratis tak serta merta berjalan mulus. Masalah biaya kerap mengadang para pengurus dalam memberikan pengayoman.
"Kami mengontrak bangunan ini Rp 60 juta setahun, dan baru terbayar Rp 20 juta," ucapnya.
"Anak-anak juga diberi makan tiga kali sehari, saya ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. Walau biaya untuk bahan makanan saja sebulan kami bisa habis Rp 18 juta lebih, belum bayar listrik, hampir Rp 20 juta per bulan," tuturnya.
"Alhamdulillah untuk biaya masaknya, kami dibantu oleh tetangga yang peduli, jadi jasa masaknya gratis, kami hanya beli bahannya saja, tapi ya masih cukup berat," Yopi menambahkan.
Ada dua asrama yang diperuntukkan untuk santri dan santriwati di lantai pertama. Sayangnya, karena terbatasnya lahan membuat sebagian santri terpaksa tidur di dalam tenda.
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau