Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Menristekdikti: Ujian Berbasis Komputer Untungkan Peserta SBMTPN 2019

Pendidikan

Menristekdikti: Ujian Berbasis Komputer Untungkan Peserta SBMTPN 2019

Jumat, 15 Feb 2019 15:06
Liputan6.com
Menristek Dikti, Muhammad Nasir menyampaikan paparan dalam diskusi Forum Medan Merdeka Barat (FMB) di Jakarta, Senin (23/10). Beberapa kementerian memberikan presentasi pencapaian kerja 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK.

JAKARTA - Kemenristekdikti dan para rektor menetapkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hanya menggunakan satu model tes, yaitu Ujuan Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Metode tersebut akan diberlakukan pada SBMPTN 2019.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, penunjukkan UTBK sebagai metode tes bertujuan untuk memberikan layanan dan keuntungan bagi para peserta seleksi. Perubahan ini juga dapat meminimalisir kesalahan penulisan data diri.

"Ujian berbasis komputer mengurangi kesalahan pengisian identitas, kode soal, dan pengisian lembar jawaban bila dilaksanakaan ujian berbasis cetak," katanya dalam wawancara khusus dengan Liputan6.com di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Materi UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). TPS dapat mengukur kemampuan kognitif yang tidak berkorelasi dengan pelajaran di sekolah, sedangkan TKA masih berkaitan dengan konten pelajaran.

Maksimal 2 Kali Tes

Nasir menyoroti pengadaan materi TPS. Menurutnya, jenis tes tersebut memberikan kesempatan untuk peserta tertentu agar bisa lulus seleksi berbasis komputer ini.

"TPS memberikan peluang kepada siswa yang berasal dari sekolah-sekolah yang kurang terfasilitasi," tambah Nasir.

Nasir menjelaskan, hasil UTBK berupa nilai TPS dan sub tes TKA akan diberikan kepada peserta secara individu 10 hari setelah pelaksanaan tes melalui laman resmi SBMPTN 2019.

Tes itu akan dilaksanakan di 73 lokasi pusat UTBK PTN sebanyak 10 kali periode 13 April sampai 26 Mei. Dalam satu tempat, UTBK rencananya akan dibagi menjadi dua sesi.

Berdasarkan regulasi dari kemenristekdikti, setiap peserta diberi kesempatan mengikuti tes maksimal 2 kali.




Sumber: Liputan6.com

Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:59

    Enam Tahanan Kabur Saat Dibawa Mobil Tahanan Kejari Pekanbaru Ke Pengadilan

     PEKANBARU- Enam tahanan kasus tindak pidana yang akan menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, melarikan diri (kabur) dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.K

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:49

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026

    PEKANBARU - Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan kilang berskala besar atau Turn Around Mayor 2026 PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) tak hanya menjadi momentum strateg

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:45

    Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang 2026.Program tersebut men

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.