Senin, 04 Mei 2026

Pendidikan

Mesin Penetas Telur Karya Mahasiswa UB

Kamis, 26 Mei 2016 12:33
dok. UB
Mesin penetas telur ayam karya mahasiswa Universitas Brawijaya.

JAKARTA - Banyaknya telur ayam yang gagal menetas menjadi salah satu masalah bagi setiap peternak. Alat penetas konvensional, biasanya hanya mampu menetaskan lima telur menjadi ayam, itu pun sering tidak berhasil.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Imam Suhaeri menciptakan mesin penetas telur yang diberi nama Kitagowo. Berbeda dengan alat penetas konvensional, Kitagowo dirancang khusus untuk menetaskan telur hingga mempunyai kesuksesan 95 persen.

"Kegagalan terjadi karena pengaturan suhunya yang tidak seimbang. Telur-telur yang dimasukkan ke dalam mesin harus diputar secara manual. Akibatnya, suhu antara bagian yang satu dengan yang lain tidak sama sehingga menyebabkan kegagalan penetasan," tuturnya dikutip dari laman UB, Kamis (26/5/2016).

Pembuatan mesin penetas telur tersebut, kata Imam, turut dibantu oleh dua alumni UB, yakni Agung Adiyatma dan Verdy Firmantoro. Kelebihan Kitagowo sendiri adalah peternak tidak perlu memutar telur karena secara otomatis telur akan berputar sendiri sehingga satu telur mendapatkan suhu yang merata di semua bagian.

"Selain lebih sukses menetaskan telur, Kitagowo juga mempunyai waktu yang lebih efisien. Jika menggunakan alat konvensional masa penetasan telur 21 hari, namun menggunakan kitagowo dalam periode 19 hari sudah bisa dilihat hasilnya," terangnya.

Saat ini, Kitagowo sudah dipasarkan hingga ke seluruh Indonesia. Untuk Kitagowo yang berkapasitas menampung 20 telur dibanderol dengan harga Rp700 ribu, untuk kapasitas 50 butir telur harganya Rp900 ribu, dan untuk yang berkapasitas 100 butir telur dijual dengan harga Rp1,3 juta.

Sementara Verdy menambahkan, Kitagowo diharapkan mampu tumbuhnya agribisnis di Indonesia. Inovasi Kitagowo, menurut dia, menjadi salah satu bukti bahwa pembuat teknologi kreatif tidak hanya dari luar negeri, tetapi anak muda dalam negeri pun juga mampu menciptakan alat yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Saat ini kami juga sedang mengurus izin usaha terkait pemasaran produk Kitagowo agar dapat mendorong industri peternakan di Indonesia," tukasnya.(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.