- Home
- Pendidikan
- Panglima TNI : Krisis Energi, Pangan dan Air Akan Picu Konflik Dunia
Pendidikan
Panglima TNI : Krisis Energi, Pangan dan Air Akan Picu Konflik Dunia
Laporan:Jonathan Surbakti
Jumat, 26 Agu 2016 21:56
"Teori Maltus mengatakan bahwasanya pertambahan penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka disitulah terjadinya titik kritis," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Ini faktanya, menurut penelitian populasi ideal penduduk dunia sekitar 3-4 milyar untuk dapat hidup dengan layak, realitasnya saat ini setiap 2,1 detik satu bayi meninggal atau sekitar 15 juta bayi meninggal setiap tahunnya karena kemiskinan, kelaparan dan kesehatan buruk itu artinya penduduk dunia sudah overload.
"Bila populasi penduduk tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan pangan, maka akan memicu krisis. Inilah ancaman yang akan dihadapi penduduk dunia," ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menjelaskan bahwa, konfik yang terjadi di Irak, Iran, Libya, Kuwait, Mesir, Suriah, Yaman, Sudan dan Ukraina, semuanya sebagai negara penghasil energi. "Saya bisa simpulkan bahwa konflik atau perang di dunia, 70% berlatar belakang energi," ujarnya.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memprediksi bahwa, konflik di waktu mendatang dari aspek latar belakang dan lokasinya akan mengalami perubahan. Hal ini dipicu, karena energi fosil diprediksi pada 2043 akan habis dan hanya bisa digantikan dengan energi alternatif (energi hayati) yang bisa hidup sepanjang tahun hanya di wilayah Ekuator yaitu Amerika Latin, Afrika Tengah dan Asia Tenggara termasuk di dalamnya Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa sekitar 80 % penduduk dunia yang berada di luar Ekuator, kedepan akan merasakan krisis hebat dan mengalami dua krisis, yaitu krisis energi dan pangan. "Pangan awalnya hanya untuk makan, kedepan pangan dibagi dua untuk makan dan energi, sehingga nantinya penduduk diluar Ekuator akan berbondong-bondong ke wilayah Ekuator untuk mencari pangan, energi dan air," katanya.
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, inilah pembuktian teori pergeseran latar belakang dan tempat konflik. Awalnya konfik berlatar belakang energi berubah menjadi latar belakang energi, pangan dan air (ekonomi), tempatnya konflik bergeser dari wilayah Arab Spring ke wilayah Ekuator termasuk Indonesia. "Ancaman inilah yang harus disadari oleh kita semua," ucapnya (rls/jon)
Pendidikan
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh