Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Pelajar Ikut Demo, Komnas PA: Ada Kelompok yang Mengeksploitasi Anak

pendidikan

Pelajar Ikut Demo, Komnas PA: Ada Kelompok yang Mengeksploitasi Anak

detik.com
Rabu, 02 Okt 2019 09:44
detik.com
Sukabumi - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai ada upaya terorganisasi, sistematis, terstruktur, dan masif terkait keterlibatan pelajar dalam beberapa rentetan aksi-aksi demonstrasi.

Hal ini berawal dari penyelidikan lembaga tersebut pascakejadian Selasa (24/9/2019), tepatnya ketika terjadi perusakan pos polisi di Jakarta Barat. Kepolisian saat itu mengamankan 17 pelaku. Fakta yang ditemukan, delapan di antaranya berstatus masih remaja.

"Kombes Hengki (Kapolres Jakbar) mengamankan 17 orang yang melakukan perusakan pos polisi di bawah jembatan Slipi. Ditemukan delapan di antaranya anak-anak masih remaja. Kita menyimpulkan bahwa anak-anak dilibatkan di situ. Hari kedua ada 200-an orang terpisah dari mahasiswa, ditemukan anak-anak berusia di bawah 18 tahun terlibat," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Selasa (1/10/2019).

Menurut Arist, dari rentetan itu, ditemukan rancangan secara sistematis, termasuk benda-benda yang dipakai untuk melakukan aksi anarkistis.

"Ada bom molotov, ada gir, ada batu-batu di situ dan sebagainya. Hari pertama setelah perusakan, terjadi pelemparan kepada aparat yang ingin mengamankan itu, padahal aparat hanya ingin mengamankan," katanya.

"Dari kronologi itu, kami pelajari ada upaya-upaya sistematis, terstruktur, masif, dan berkesinambungan hingga saat ini dan bahkan sudah melebar ke Medan, Makassar, Jombang, Sukabumi, Garut, dan Bogor," ucap Arist.

Komnas PA meski tidak secara tegas menunjuk nama kelompok yang memanfaatkan para remaja pelajar yang terlibat dalam berbagai aksi demonstrasi, menyimpulkan ada upaya pemanfaatan yang berujung pada eksploitasi anak.

"Kami menyimpulkan ada kelompok tertentu yang memanfaatkan-mengeksploitasi anak untuk tujuan eksploitasi politik. Dalam UU Perlindungan Anak, ada tiga yang dilarang: eksploitasi ekonomi, eksploitasi seksual, dan eksploitasi politik," ujarnya.

Komnas PA secara tegas meminta kepada siapa pun yang melakukan pengorganisasian anak-anak pelajar tersebut untuk menghentikan upaya-upaya tersebut.
"Oleh karena itu, Komnas PA, berdasarkan UU Perlindungan Anak, ini bukan pendapat pribadi, berhentilah orang-orang yang memanfaatkan anak ini, karena anak-anak dunianya adalah belajar, sekolah di rumah, dan sebagainya," ucap Arist.


Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:46

    Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:43

    Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030

    Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:42

    TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:39

    SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:33

    Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Rohul Diringkus

    PASIR PENGARAIAN - Jajaran Polres Rohul dan Polsek Ujung Batu berhasil meringkus suami korban pembunuhan di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rohul.Saat ini, pria yang diduga ku

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.