Jakarta Dewan Pembina Santri Milenial Centre (SiMac), Syauqi Maruf Amin menyatakan kecintaan santri pada Indonesia tidak perlu diragukan lagi.
Syauqi mengatakan, fakta sejarah telah menunjukkan bahwa para santri selalu berada dalam setiap perubahan pra kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan hingga saat ini.
Pria yang biasa disapa Gus Oqi ini mengatakan, momentum HSN tahun ini yang bersamaan dengan pandemi virus corona baru (Covid-19), santri bersama negara harus menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi yang benar-benar mandiri.
"Pemerintah, swasta dan masyarakat harus bergandeng tangan memperkokoh solidaritas berbangsa, terus membangun kreatifitas dalam berbagai bidang, memperkuat sektor ekonomi riil, membangun ketahanan pangan serta pengembangan usaha mikro kecil dan menengah,” ucap Gus Oqi.
"Di sinilah peran santri kembali menjadi sangat sangat vital. Yakinlah selama santri sehat Indonesia pasti kuat, selama santri kuat Indonesia akan terus bermartabat," lanjut Oqi.
Lebih lanjut, Gus Oqi menyatakan bahwa jumlah santri yang banyak menjadi potensi besar bagi kebangkitan ekonomi bangsa. Dengan demikian, para santri perlu mendapat perhatian serius oleh semua kalangan.
"Salah satu ikhtiarnya adalah membangun dan mengembangkan kemandirian ekonomi bagi para santri, terutama saat menghadapai pandemi Corona seperti saat ini," demikian kata Putra Wapres Maruf Amin ini.
Sementara itu, Wapres Ma'ruf Amin saat membuka acara seminar internasional meresmikan beberapa program gerakan santri baru.
Beberapa program yang diresmikan Wapres diantaranya, Sibistren (Sentra Inkubasi bisnis pesantren), Gus Iwan (Santri Bagus Pinter Ngaji Usahawan, Astana (Aksi Santri Tanggap bencana) dengan programnya (Warung Sigap Bencana/Warsina) dan lembaga Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) dengan program unggulannya Badan Usaha Milik Pesantren/BUMTren, Aplikasi KESAN.
Maruf Amin berharap, santri harus terus berkontribusi aktif dalam memulihkan dampak pandemi Covid-19.
Mantan Rois Aam PBNU ini menyatakan, setiap santri harus produktif dan kreatif memberi manfaat bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
"Saya juga mendorong santri ikut berperan dalam menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saya mendorong kedepan semakin banyak kolaborasi yang lahir antar santripreneur, maupun kerja sama dengan pelaku industri besar," demikian harapan Wapres Maruf Amin.
Dihadiri Menteri dan Pimpinan NU Luar Negeri