- Home
- Pendidikan
- Perjuangan Gadis Sinabung Kuliah Gratis di UGM
Pendidikan
Perjuangan Gadis Sinabung Kuliah Gratis di UGM
Jumat, 29 Jul 2016 10:55
JAKARTA - Laura Elva Apriyana tak menyangka dapat mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Gadis asal Karo, Sumatera Utara itu merupakan salah satu korban letusan Gunung Sinabung. Letak rumahnya di Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo hanya berjarak 4 kilometer dari puncak gunung.
Saat erupsi besar pertama pada 2010, Laura masih duduk di bangku SMP. Akibat bencana tersebut, sekolahnya pun harus terhambat.
"Tahun 2010 saya masih kelas dua SMP. Kejadian meletus pas tengah malam, semua langsung berlari. Saya sempat libur panjang, mengungsi karena bencana. Sekolah pun buka lagi, tetapi sore hari, bergantian dengan sekolah lain," paparnya dinukil dari laman UGM, Jumat (29/7/2016).
Sudah bertahun-tahun, nyatanya Sinabung belum kembali tidur. Bahkan, kembali terjadi erupsi besar kedua pada 2013. Laura saat itu sudah duduk di kelas X, SMA Negeri 1 Kabanjahe.
"Letusan besar kedua ini, saya tidak ikut mengungsi karena sudah kos di Kabanjahe. Namun, kalau saya kangen sama orangtua dan adik pulangnya ke pengungsian, tidak lagi di rumah," kenangnya.
Laura memilih untuk kos lantaran tidak mungkin sehari-hari menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah yang berjarak 60 kilometer. Dia bercerita, letusan kedua Gunung Sinabung menyebabkan kedua orangtuanya kehilangan pendapatan. Ladang yang dijadikan tumpuan hidup sehari-hari rusak diterjang awan panas.
Bencana yang dialami nyatanya tak membuat Laura patah semangat. Dia justru makin giat belajar. Bahkan, aktif di organisasi siswa intra-sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Kabanjahe. Pengalaman itulah yang menjadikan Laura memiliki banyak kenalan baru dan teman yang luas.
"Tidak melulu urusan organisasi, kepada teman-teman sering juga minjam buku-buku. Kalau pas tahu ada kakak kelas yang pintar aku juga suka tanya-tanya pelajaran ke dia," ucapnya.
Berkat kerja kerasnya, penyuka pelajaran matematika dan biologi itu berhasil diterima di Jurusan Agrobisnis, Fakultas Pertanian UGM. Bahkan Laura dapat mengenyam pendidikan secara gratis sampai lulus kuliah.
Ayah Laura, Junaidi Singarimbun mengungkapkan, prestasi yang ditorehkan sang anak menjadi hiburan atas segala bencana yang dialami selama ini.
"Ya saya berharap Laura bisa cepat menyesuaikan, bisa belajar dan kuliah dengan baik dan lancar. Saya hanya bisa berdoa semoga ia bisa menjadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa," pungkas Junaidi. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh