Sabtu, 20 Jun 2026

Plus Minus Kebijakan Pendidikan Jokowi-JK

Senin, 26 Okt 2015 14:55
dok. Okezone
Suasana kegiatan belajar mengajar di kelas.
JAKARTA - Setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dihiasi berbagai polemik terkait kebijakan. Dalam bidang pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Serikat Guru Indonesia (SEGI) Jakarta

mencatat beberapa hal positif dan negatif.

Anggota Dewan Pertimbangan FSGI, Doni Koesoema A, menilai, telah ada perbaikan dalam kebijakan pendidikan. Dia menyebut, ujian nasional (UN) yang tidak lagi dipakai sebagai syarat kelulusan serta Permendikbud 23/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti yang mengarahkan siswa pada semangat cinta bangsa sebagai hal positif.

"Sayangnya, masih ada praksis-praksis pendidikan yang kurang pas karena kebijakan pendidikan ini belum terkoneksi satu sama lain," kata Doni dalam keterangan tertulis FSGI yang diterima Okezone, Senin(26/10/2015).

Perihal revisi kurikulum 2013, kata anggota Dewan Pertimbangan FSGI lainnya, Itje Chodidjah, belum berjalan lancar. Padahal, proses revisi tersebut sudah melibatkan publik.

"Bila hal-hal fundamental seperti konsep kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) tidak direvisi, maka masalah pada kurikulum 2013 akan berlarut-larut dan membingungkan guru. Secara teknis, mereka yang masih melaksanakan Kurikulum 2006 kesulitan menemukan buku-buku pelajaran di lapangan," tambah Itje.

Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FSGI, Retno Listyarti menyampaikan, kebijakan UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan memang perlu diapresiasi. Namun, tetap perlu dikritisi karena tetap dijadikan penentu masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

"Selain itu, kebocoran UN SMA 2015 di google drive tidak jelas penyelesaiannya, tidak memberi efek jera pada pembocor, dan belum ada pengusutan secara tuntas," tegasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:50

    MPR dan UNHAS Bahas Pasal 33 UUD 1945, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

    Jakarta - Komisi Kajian Ketatanegaraan (K-3) MPR RI bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Diskusi Konstitusi bertajuk 'Evaluasi implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:46

    Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Penggerak UMKM Padang Pariaman

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026 di Kantor Bupat

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:27

    Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Bahkan, Pr

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:24

    Pimpinan DPR Janji Cabut Status Tersangka 16 Mahasiswa Trisakti

    Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyatakan status tersangka terhadap 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang terlibat aksi unjuk rasa akan dicabut dalam waktu sepekan. Pernyataan itu disampai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:10

    Lalu Lintas Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz Melonjak

    Jakarta - Sekitar 20 kapal tanker minyak telah melintasi Selat Hormuz sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali membuka jalur laut itu untuk lalu lintas kapal komersial. Hal itu berdasarkan perusaha

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.