- Home
- Pendidikan
- Psikolog: Full Day School Program Prematur
Pendidikan
Psikolog: Full Day School Program Prematur
Selasa, 30 Agu 2016 11:52
JAKARTA - Wacana full day school yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy sempat menjadi buah bibir sehingga menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Tak mau gegabah, Mendikbud pun ingin program ini dikaji lebih lanjut dengan memperdalam konsep sebelum diterapkan di sekolah-sekolah.
Dalam gagasannya, Muhadjir menilai full day school mampu berperan dalam membangun karakter anak didik melalui kegiatan di sekolah. Namun, menurut Ketua Jurusan Psikologi Binus University, Raymond Godwin, SPsi, MSi, program ini masih cukup prematur untuk diterapkan.
"Menurut saya, full day school merupakan sebuah program prematur yang disusun berdasarkan ketidakyakinan pemerintah terhadap peran orangtua dan masyarakat dalam pendidikan karakter anak," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (30/8/2016).
Kendati demikian, Raymond tak menampik sisi positif full day school yang membuat anak relatif lebih terjadwal kegiatan sehari-harinya. Misalnya, makan pagi dan makan siang lebih teratur jamnya.
"Harus disepakati dan disadari bersama tujuan pendidikan, terutama mengenai hal apa yang hendak dibangun dalam diri seorang anak melalui pendidikan. Sekolah dan masyarakat merupakan partner yang tidak dipisahkan dari orangtua dalam pendidikan seorang anak," paparnya.
Baginya, peran orangtua cukup besar dalam penanaman nilai-nilai karakter. Masyarakat kemudian menjadi lingkungan bagi anak untuk bisa melihat beragam nilai yang ada.
"Sedangkan sekolah menjadi partner bagi orangtua dan masyarakat dalam membentuk pola pikir yang baik bagi anak. Walaupun demikian, tidak lantas fungsi tersebut dilakukan secara terpisah. Ketiganya harus bekerja sama dengan baik," tuturnya.
Jika program full day school benar-benar diterapkan, kata Raymond, maka kedekatan anak dan orangtua dapat terkikis. Belum lagi sistem pendidikan yang masih memilliki kecenderungan untuk membuat anak rentan terhadap stres.
"Full day school nantinya akan menjadi legitimasi terhadap peran orangtua yang hanya memberikan biaya pendidikan. Untuk itu pemerintah perlu duduk bersama, dan punya arah yang sama mengenai manusia seperti apa yang hendak dibangun di Indonesia," tandasnya. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh