- Home
- Pendidikan
- Putri Buruh Jahit Jadi Calon Diplomat di UGM
Pendidikan
Putri Buruh Jahit Jadi Calon Diplomat di UGM
Senin, 01 Agu 2016 10:38
JAKARTA - Berprofesi sebagai buruh jahit tak membuat seorang ibu bernama Mujiyah Srihidayati patah semangat untuk menyekolahkan anaknya sampai ke bangku kuliah. Di ruangan berukuran 4x4 meter, dia sehari-hari berkutat dengan mesin jahit untuk membiayai anak semata wayangnya, Ika Rizky Fauziah Abdullah.
Mujiyah merupakan tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal enam tahun silam. Bahkan, dia juga harus membiayai kebutuhan kedua orangtuanya yang tinggal bersama. Setiap hari, setidaknya ia menerima pesanan jahitan dua sampai tiga pakaian.
"Itu pun kadang tidak menentu, bisa-bisa selama satu minggu tidak ada satu pun order jahit atau sekadar permak pakaian yang datang. Untuk permak pakaian saya mendapat upah sekira Rp25 ribu. Nanti dibagi dua dengan yang punya, kalau menjahit pakaian saya dikasih Rp30 ribu per potong," ujarnya dinukil dari laman UGM, Senin (1/8/2016).
Beruntung, Mujiyah memiliki putri yang cerdas. Gadis yang akrab disapa Ika itu rutin mendapat beasiswa selama sekolah karena prestasi yang diraihnya. Hal tersebut membuat sang ibu senang dan bangga dengan pencapaian Ika.
Alumnus SMAN 1 Blitar itu juga pandai berbahasa Inggris. Tak tanggung-tanggung, Ika berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat (AS). Selama kurang lebih satu tahun, ia menikmati pendidikan menengah di Negeri Paman Sam tersebut. Setelah pulang, dia kemudian melanjutkan pendidikan SMA di Blitar hingga lulus.
Seiring berjalannya waktu, Ika mulai menaruh minat untuk menekuni dunia diplomat. Dia lalu mendaftarkan diri pada Prodi Hubungan Internasional Fisipol UGM melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016.
"Setiap malam saya selalu berdoa, bisanya cuma hanya itu, hanya bisa bantu doa. Selalu memohon bimbingan-Nya, memberikan jalan yang terbaik," tuturnya.
Ika pun berhasil lolos dan merasa sangat bersyukur. Apalagi, sang ibu tak perlu pusing memikirkan biaya kuliah lantaran Ika mendapat beasiswa bidikmisi. Baginya, diterima kuliah di UGM menjadi sebuah berkah bagi keluarga.
"Kuliah di UGM adalah impian sejak kecil. Ini sebagai jalan untuk menggapai masa depan yang lebih cerah," tukasnya. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh