Sabtu, 20 Jun 2026

Robot Penyaring Udara dari Lidah Mertua

Senin, 16 Nov 2015 09:24
dok. SMK Kedungwuni
Alat penyaring udara dari tumbuhan lidah mertua.
JAKARTA - Kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Penyaring udara menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan tubuh. Seperti invensi yang dilakukan oleh Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja, yakni robot penyaring udara. Uniknya, penyaringan pada alat ini menggunakan bahan baku dari tanaman lidah mertua.

"Ada sensor yang mendeteksi sumber polusi secara otomatis. Kemudian kalau sudah terdeteksi akan mengirim sinyal sehingga pada LCD yang ada di atasnya bisa tertera berapa intensitas polusinya," ujar Galih di Gedung LIPI Jakarta belum lama ini.

Ketika polusi tinggi, robot akan mengeluarkan bunyi kamudian udara yang kotor akan disedot untuk disaring. Galih menjelaskan, volume udara yang bisa disaring disesuaikan dengan indoor atau outdoor. Selain itu, besar volume tergantung baterai.

"Baterai bisa di-charge, kurang kebih bisa bertahan dua sampai tiga jam. Secara sederhana sistem robot ini menyedot, masuk, dan menyaring," tuturnya.

Alumnus SMK Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu menerangkan, pemilihan lidah mertua sebagai bahan penyaring lantaran tanaman tersebut punya sistem penyerapan. Ciri lidah mertua yang memang sudah menyerap itu jika diaktifasi maka akan semakin bagus.

"Lidah mertua dioven lalu dikeringkan. Kemudian diaktifasi menggunakan H2NO4 lalu dikeringkan lagi dan diberi akua demeneralisata, kemudian dalam bentuk bubuk dimasukkan ke braket yang dipasang pada robot," paparnya.

Braket tersebut, ucap Galih, mampu bertahan selama enam bulan. Adapun beberapa polusi yang bisa dibersihkan menggunakan alat ini, yaitu asap rokok, kendaraan, kebakaran, serta industri.

"Tujuan invensi ini secara desain direkomendasikan untuk rumah atau perkantoran. Tapi kalau untuk tempat yang luas seperti outdoor masih perlu dikembangkan, meski konsepnya sama, hanya desainnya mungkin akan beda," pungkasnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.