- Home
- Pendidikan
- SMP di Tulungagung Ini Hanya Punya 9 Siswa di Hari Pertama Sekolah
Pendidikan
SMP di Tulungagung Ini Hanya Punya 9 Siswa di Hari Pertama Sekolah
Senin, 15 Jul 2019 14:12
Saat detikcom menyambangi SMPN Rejotangan, sejumlah siswa baru berseragam SD dan MI tampak bergerombol di depan kelas. Dengan membawa alat tulis, para siswa dengan seksama menggambar denah sekolah, sedangkan salah seorang guru ikut serta mendampingi dan memberikan pengarahan.
"Hari ini kami memulai kegiatan belajar mengajar, untuk kelas VII kami awali dengan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ) selama tiga hari. Tadi anak-anak sudah diajak keliling sekolah kemudian mereka disuruh untuk menggambar denahnya," kata Kepala SMPN 2 Rejotangan, Sri Wahyuni, Senin (15/7/2019).
Tak ada bedanya dengan sekolah lain, program MPLS juga dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang , pihak sekolah memberikan materi dan pengenalan sekolah layaknya lembaga yang memiliki banyak siswa.
"Saat PPDB itu kami hanya dapat lima siswa, tapi Alhamdulillah ada tambahan empat siswa lagi sehingga totalnya sekarang ada sembilan siswa. Meskipun siswanya sedikit kami tetap berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya.
Minimnya jumlah murid bukan menjadi penghalang bagi para guru untuk memberikan pendidikan, bahkan salah satu bentuk keseriusannya, pihak SMPN 2 Rejotangan juga rela memberikan pengajaran lebih terhadap salah satu siswa yang masuk kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
"Kami menerima murid bagaimanapun kondisinya, termasuk yang ABK juga kami terima, yang baru keluar tahun ini ada satu, kemudian yang saat ini naik kelas VIII ada dua anak, sedangkan siswa baru ada satu ABK," ujar wanita yang akrab disapa Chorie ini.
Kata dia penerimaan siswa berkebutuhan khusus tersebut bukan semata-mata akibat kekurangan murid, namun menjadi salah satu bentuk tanggungjawab sekolah untuk memberikan pendidikan yang setara terhadap seluruh lapisan masyarakat.
"Kami biasanya akan menyesuaikan kondisinya, kalau yang saat ini memang masih sedikit mengalami kelemahan dari sisi baca tulis, sehingga perlu ada pendampingan khusus, seperti yang kita lihat tadi, dia harus didampingi," imbuhnya.
Sri Wahyuni mengaku memiliki sejumlah tantangan untuk memberikan pendidikan inklusif, salah satunya terkait stigma dari siswa lain. Biasanya para siswa perlu melakukan adaptasi terhadap ABK sehingga bisa diterima dalam pergaulan seperti siswa lain.
"Ya itu bisa kami maklumi, tapi nanti seiring berjalannya waktu akan terbiasa dan mereka dapat bergaul dengan yang lain," imbuhnya.
Kepala sekolah menambahkan hingga saat ini pihaknya masih membuka pendaftaran siswa baru. Pendaftaran akan ditutup pada saat dilakukan proses pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) September mendatang.
"Sesuai petunjuk dari Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) kami masih bisa melakukan penerimaan siswa baru," jelasnya.
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau