Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Tak Naik Kelas karena Nilai Nol, Ini Penjelasan SMAN 4 Bandung

Pendidikan

Tak Naik Kelas karena Nilai Nol, Ini Penjelasan SMAN 4 Bandung

Selasa, 06 Sep 2016 12:57
Okezone.com
Ilustrasi

BANDUNG - Siswi SMAN 4 Bandung Dvijatma Puspita Rahmani tidak naik kelas karena nilai Matematikanya nol. Padahal siswi yang akrab disapa Puspita itu termasuk siswi berprestasi dalam olimpiade Biologi.

Pihak SMAN 4 Bandung membantah Puspita tidak naik hanya karena nilai nol pada pelajaran Matematika. Secara keseluruhan, ada empat nilai mata pelajaran lain yang tidak sesuai kriteria minimal dasar. Keempat mata pelajaran itu adalah Kimia, Matematika Wajib, Matematika Peminatan, dan Bahasa Indonesia.

SMAN 4 Bandung menggunakan pembelajaran sistem paket sesuai Permendikbud Nomor 56 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Keempat mata pelajaran tersebut memiliki standar minimal atau disebut kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Dalam peraturan tersebut, ada berbagai syarat kenaikan yang harus dipenuhi oleh siswa. Hal itu yang justru tidak dimiliki oleh Puspita.

"Siswi memiliki empat nilai di bawah KKM, artinya ketidaknaikan siswi yang bersangkutan bukan karena mendapat nilai (Matematika) nol. Tapi empat mata pelajarannya belum tuntas atau minim," kata Kepala SMAN 4 Bandung Dadang Yani Zakaria.

Ia juga menegaskan tidak memberikan nilai nol begitu saja. Ia bahkan menyatakan pihaknya sudah memberi kesempatan pada yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan atau remedial.

"Rapor benar nilainya nol. Kita memberikan kesempatan untuk membenarkan nilai, tapi yang bersangkutan tidak datang," jelasnya.

Soal pemberian kesempatan untuk memperbaiki nilai yang kurang, pihak sekolah menurutnya bahkan sampai menunggu hingga pleno penetapan kenaikan kelas. Tapi hingga batas akhir, siswi yang bersangkutan tak kunjung melakukan perbaikan nilai.

Berdasarkan informasi, Puspita menurutnya sering sakit. Sehingga ia sering tidak masuk sekolah. Hal itu pun berdampak pada nilai akademisnya di sekolah. (Okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:53

    Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru

    PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl

  • Sabtu, 14 Mar 2026 09:30

    Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman

    KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:35

    Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern

    Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai

  • Rabu, 11 Mar 2026 08:53

    Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026

    PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta

  • Sabtu, 07 Mar 2026 10:25

    BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.