- Home
- Pendidikan
- Tantangan Guru Mengajar di Tingkat PAUD
Pendidikan
Tantangan Guru Mengajar di Tingkat PAUD
Sabtu, 21 Mei 2016 12:17
JAKARTA - Mengajar di level pendidikan anak usia dini (PAUD) tidaklah mudah. Selain harus ekstra sabar, guru PAUD akan menjadi contoh bagi anak didiknya. Mereka juga harus mampu bekerjasama dengan orangtua untuk mencptakan suasana yang kondusif, baik di sekolah maupun di rumah.
Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Prof Dr Ir Netti Herawati, MSi mengatakan, anak-anak PAUD membutuhkan guru-guru yang tidak hanya menyatakan kebaikan, tetapi juga melakukan kebaikan. Sebab, di usia nol sampai enam tahun, anak-anak melakukan sesuatu berdasarkan apa yang mereka lihat sehari-hari.
"Jadi pertama adalah membangun integritas gurunya dahulu. Kedua seorang guru PAUD juga harus tahu perkembangan anak, dan terakhir memahami prinsip pendidikan PAUD," ujarnya usai peluncuran 'Gernas Manjur' di Museum Nasional, Jakarta, baru-baru ini.
Netti berpendapat, menemukan guru PAUD yang mencakup tiga kompetensi tidak mudah. Apalagi, guru-guru PAUD yang ada saat ini adalah hasil pendidikan di masa lalu yang dari segi zaman saja sudah berbeda.
"Tetapi tentu itu dapat diatasi dengan pelatihan. Seorang guru kuncinya adalah memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Sebab, jika mereka tidak membuat suasana yang menyenangkan, ingatan anak itu sangat kuat sehingga justru membuat mereka tak mau belajar," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat Himpaudi, Fasli Jalal mengungkapkan, kesalahan umum yang sering terjadi di PAUD adalah anak-anak diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Selama menempuh PAUD, pelajaran dimasukkan dalam kegiatan bermain.
"Suasana pembelajaran di PAUD itu bermain. Tetapi yang terjadi saat ini adalah anak setelah masuk SD langsung diberi PR dengan tulisan berparagraf panjang. Sehingga ketika ada anak yang belum lancar membaca, orangtua menyalahkan TK. Padahal seharusnya selama enam bulan pertama anak yang baru masuk SD jangan diberi PR yang seperti itu dahulu. Yang terpenting mereka sudah siap untuk sekolah," imbuhnya. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh