- Home
- Pendidikan
- Tantangan Pendidikan Vokasi pada Industri Digital
Pendidikan
Tantangan Pendidikan Vokasi pada Industri Digital
Rabu, 24 Agu 2016 11:08
JAKARTA - Pendidikan vokasi menghasilkan tenaga kerja siap pakai yang memiliki keterampilan di industri atau bidang tertentu. Seperti di era digital saat ini, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) kompeten untuk tenaga operator. Sayangnya, para lulusan SMK yang seharusnya mengisi tenaga operator digital tersebut justru tak terserap industri.
Ketua Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK), Ir Dedi Yudiant dalam sebuah diskusi mengatakan, Indonesia masih sangat kekurangan SDM yang kompeten untuk mengelola industri teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Padahal, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ada sekira 4,4 juta siswa SMK yang bisa menjadi generasi siap pakai.
"Kondisi yang ada sekarang ini banyak lulusan SMK belum terserap industri, malah ingin kuliah. Mau kemana mereka setelah lulus bersaing dengan SMA? Di sisi lain, kesiapan guru dan kurikulum yang sesuai standar industri TIK masih harus dibenahi. Untuk itu, butuh pelatihan-pelatihan khusus untuk mengejar akselerasi itu," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (24/8/2016).
Dedi berpendapat, tenaga kerja lulusan SMK atau pendidikan vokasi seharusnya menjadi tumpuan pemerintah dalam mewujudkan visi ekonomi digital secara cepat. Meskipun selain lulusan itu juga ada SDM dari balai latihan kerja (BLK) yang menyasar generasi muda tamatan SD/SMP, yakni mencapai 62 persen dari angkatan kerja.
"Apa jadinya ketika Yahoo tiba-tiba menutup layanan emailnya? Apa efeknya jika Gmail pun menutup layanan surat elektroniknya lantaran semua pengguna harus bayar? Bagaimana jika Facebook juga melakukan hal serupa? Dunia TIK kita ternyata masih belum merdeka. Kita masih tergantung pihak asing," sebutnya.
Kendati demikian, Dedi yakin bukan berarti orang Indonesia tak mampu membuat produk sekelas Facebook atau Google. Menurut dia, hal itu berdasarkan kesiapan dari SDM anak bangsa sendiri.
"Butuh dukungan SDM yang kuat di segala bidang untuk membuat sebuah produk startup bisa menjadi viral semacam Facebook, Twitter, Google, yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan bisa meraup pendapatan," terangnya.
Dalam rangka mewujudkan lulusan SMK yang kompeten tersebut, lanjut dia, KPTIK salah satunya menggagas berdirinya Cyber Maestro Center (CMC). Platform ini dirancang sebagai training for trainer dari para 'maestro' TIK di bawah koordinasi KPTIK untuk para guru dan pelatih, serta generasi muda yang mau masuk ke dunia TIK.
"Sumber penyedia SDM yang paling banyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut saat ini adalah SMK dan BLK. Untuk itu para guru dan siswanya harus disiapkan dengan serius, tak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata," imbuh Ketua Pokja Maestro Class & Maestro Teacher Program, Fanky. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh