- Home
- Pendidikan
- Tiga Dekade SD Riam Tapang Tak Direnovasi
Pendidikan
Tiga Dekade SD Riam Tapang Tak Direnovasi
Sabtu, 14 Mei 2016 11:57
KAPUAS HULU - Banyak cerita tentang minimnya kondisi sarana dan prasarana pendidikan di pelosok Tanah Air. Salah satunya bisa kita temui di Desa Riam Tapang, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Di sini, hanya ada satu SD dan SMP. Sejak berdiri pada 1979, sekolah tersebut tidak pernah direnovasi.
Mencapai Desa Riam Tapang sendiri tidaklah mudah. Butuh sekira 17 jam dengan perjalanan menggunakan tiga moda transportasi dari Kota Pontianak. Tidak heran, desa ini merupakan kawasan pedalaman Kalbar nomor dua tersulit untuk dijangkau.
Perjalanan mencapai desa yang sama sekali belum tersentuh pembangunan tersebut dimulai dengan menggunakan mobil dari Kota Pontianak. Selama sekira tiga jam, perut kita dikocok dengan kondisi jalan yang ibarat bubur karena tiadanya jalan aspal.
Kemudian, setelah mencapai Desa Nanga Ngeri, Kabupaten Sintang, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal cepat tanpa penutup kepala. Jika hujan datang, maka bersiaplah bercengkerama dengan air dan angin.
Setelah 10 hingga 12 jam membelah perairan Kalbar, tibalah di tepi Sungai Silat Hulu. Namun perjalanan belum berakhir. Kali ini kita harus mengendarai sepeda motor di jalan licin berlumpur, menaiki dan menuruni bukit dengan dihimpit tebing di sisi kanan dan kiri jalan. Sejauh pandangan mata, lebatnya hutan Borneo-lah yang kita lihat.
Perjalanan menuju rumah kepala desa Riam Tapang sendiri hanyalah 30 menit. Namun buruknya medan membuat waktu tempuh serasa berjam-jam.
"Warga sudah terbiasa dengan kondisi ini. Tapi siapa pun yang belum pernah ke sini pasti terkejut," ujar Suparno, salah satu warga Desa Riam Tapang, yang turut menjemput Okezone bersama rombongan BKKBN ke desanya.
Meski terbiasa, Suparno mengaku sangat sedih karena setiap hari harus mengantar dan menjemput sang anak untuk bersekolah di SD Riam Tapang. "Semangat anak untuk bersekolah yang membuat saya juga tetap semangat mengantar," imbuhnya.
Sembari tetap mengendarai sepeda motornya, Suparno mengaku sangat senang karena Desa Riam Tapang dicanangkan Pemprov Kalbar sebagai Kampung KB. Dia yakin, predikat tersebut akan mendorong banyaknya pembangunan di desanya itu.
"Tidak cuma saya, semua warga merasa optimistis setidaknya pemerintah melihat bagaimana desa kami. Sekolah hanya sampai SMP, itu pun kelas tiga baru tahun ini. SD juga bangunan lama dengan guru yang hanya tiga orang. Kami yakin setidaknya jalan dan sekolah akan dibangun setelah menjadi Kampung KB," tutur Suparno sambil tetap lincah berkelit di jalan licin.
Tiga puluh menit kemudian, tibalah rombongan di rumah Kades Riam Tapang, Belawan.
"Tidak disangka bisa sampai ke desa kami, terima kasih banyak," ujar Belawan hangat, didampingi istri dan anak-anaknya.
Asrinya suasana desa terasa kental. Hutan dan perumahan sederhana terbuat dari kayu adalah lukisan kawasan perbatasan di ujung pulau Kalbar ini. Di desa ini, berdiam 755 warga dari 197 keluarga.
Di salah satu sudut desa, ada bangunan kayu besar namun sederhana, SD Riam Tapang. Kayunya sudah usang termakan usia dan belum pernah sekalipun terlapisi cat.
Meski tidak pernah tersentuh renovasi, bangunan sekolah nampak masih kuat menampung puluhan anak Riam Tapang untuk menuntut ilmu di sana. Di sana-sini terlihat dinding kayu berlubang. Kondisi lantai pun tidak terurus.
"Bangunan SD di sini dibangun sejak 1979 dan masih sama saat saya tamat sekolah pada 1983, bangunannya belum pernah direhab sama sekali," ujar sang Kades, Belawan.
Para siswa SD Riam Tapang belajar di tiga ruang kelas yang tersedia. Satu ruang lainnya dipakai untuk guru. Papan nama penanda bangunan hanyalah selembar triplek tipis.
Sementara itu, di hadapan SD Riam Tapang berdiri sebuah bangunan serupa yang diperuntukkan sebagai SMP Riam Tapang. Kondisinya pun setali tiga uang, tidak terpoles perbaikan sejak puluhan tahun lalu.
"Begitu juga perumahan bagi para guru SD dan SMP Riam Tapang, sangat mengkhawatirkan semua," imbuh Belawan lirih.
Kekurangan guru, juga menjadi salah satu permasalahan di kawasan pedalaman itu. Bayangkan saja, 120 pelajar SD Riam Tapang hanya ditangani empat guru. Sementara itu, tiga guru lainnya menangani 45 siswa SMP. Sebagai tambahan, kata Belawan, ada satu PAUD dengan satu guru honorer yang mendidik 38 murid.
"Guru honorer yang semuanya bergelar sarjana itu hingga kini belum menjadi PNS," tuturnya.
Salah satu warga lainnya, Yulianti mengaku anak-anak sekolah sangat semangat karena akhirnya ada perhatian dari pemerintah sampai mau datang ke desa mereka.
"Karena baru inilah kami didatangi oleh pemerintah Kalbar. Selama ini belum ada dan mau datang ke desa kami, makanya kami senang desa kami dicanangkan sebagai Kampung KB karena yakin akan ada pembangunan di sini, termasuk membangun jalan dan sekolah yang sudah sangat usang," paparnya.
Yulianti mengenang, jika anak Desa Riam Tapang ingin melanjutkan sekolah, maka dia harus merantau ke Kabupaten Sintang. "Saya dulu hanya pulang setahun sekali karena jarak yang sangat jauh, ditambah lagi kondisi jalan yang curam, licin dan hancur," kata wanita satu anak ini. (okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh