Sabtu, 01 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • 2 Pekan Tak Keluar Rumah, Pensiunan PNS Ditemukan Membusuk di Depok

Peristiwa

2 Pekan Tak Keluar Rumah, Pensiunan PNS Ditemukan Membusuk di Depok

Rabu, 01 Mei 2019 10:50
Merdeka.com
DEPOK - Seorang pria tadi pagi ditemukan tewas di rumahnya daerah Pengasinan, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Saat ditemukan, pria paruh baya itu dalam kondisi mengenaskan di ruang tamu.

Jasadnya sudah membusuk dan berwarna kehitaman. Pria paruh baya itu diketahui bernama Muhtarom (72) yang merupakan pensiunan PNS.

Sutiyah (67) sang istri mengungkapkan, pertama kali suaminya ditemukan oleh tetangga dalam posisi tengkurap. Tetangga sempat mencium aroma busuk dari dalam rumah sehingga memutuskan untuk membuka rumah tersebut.

"Awal ada tetangga sempat melihat sekilas bayangan bapak di depan rumah tetangga. Tetangga curiga karena bau bangkai dari dalam rumah," kata Sutiyah, Selasa (30/4).

Tetangga kaget ketika melihat Muhtarom sudah tak bernyawa dan dalam kondisi mengenaskan. Korban tinggal berdua dengan anak bungsunya. Namun anak bungsunya itu mengalami gangguan jiwa.

"Waktu jasad bapak ditemukan anak saya sedang duduk sambil merokok di teras belakang rumah. Terakhir ketemu hari Jumat dua minggu yang lalu membawakan makanan," tukasnya.

Muhtarom memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Diduga meninggalnya karena sakit.

"Penyebab kematian bapak kemungkinan akibat darah tinggi yang dideritanya sudah lebih dari lima tahun. Setelah pensiunan tinggal berdua bersama anaknya di Depok," ujar dia.

Ketua RT 02/02, Junaedi menuturkan, sebelumnya tetangga rumah depan korban sudah sempat mencium bau bangkai tikus. Tetangga merasa curiga setelah melihat bayangan dari dalam rumah tersebut.

"Kalau nggak ada tanda dari bapak Suaib yang melihat bayangan almarhum ya nggak ada yang tahu sampai saat ini," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Sawangan Iptu Burhan mengatakan, Muhtarom meninggal diperkirakan sudah lebih dari dua minggu. Tidak didapatkan tanda kekerasan di jasadnya. Diduga meninggal karena sakit.

"Melihat kondisi jasad sudah sulit dikenali diperkirakan sudah lebih 14 hari meninggal. Keterangan keluarga korban mengidap sakit darah tinggi menahun," katanya.


Sumber: merdeka.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 14:19

    Pemko Pekanbaru Siapkan Pasar Higienis untuk Relokasi Pedagang Jalan Teratai

    PEKANBARU-Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memerintahkan jajarannya menjadikan Pasar Higienis di Jalan Teratai sebagai lokasi relokasi bagi pedagang yang selama ini berjualan di badan Jalan Teratai.La

  • Sabtu, 01 Agu 2026 14:03

    Pasaman Barat Tandatangani NPHD, Siap Wujudkan Sekolah Nasional Terintegrasi

    Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan

  • Sabtu, 01 Agu 2026 14:00

    Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana Lewat Pacific Partnership 2026

    Indonesia dan Australia telah berhasil memperkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana melalui latihan gabungan berskala besar. Latihan yang dikenal sebagai Pacific Partnership 2026 ini baru saja berakhi

  • Sabtu, 01 Agu 2026 13:58

    Haru Orang Tua di Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo: Harapan Baru Pendidikan Gratis

    Jakarta, 01/8 (ANTARA) - Suasana haru menyelimuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tri Murniyati,

  • Sabtu, 01 Agu 2026 13:56

    Perkuat Disiplin ASN, Pemkab Jayawijaya Gencarkan Sosialisasi Presensi Digital

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian setempat, tengah gencar memperkuat sosialisasi peraturan bupati (perbup) ter

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki