Senin, 29 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Agen LPG di Rengat Jual Gas Bersubsidi Mahal, Rino:Harganya 'Mencekik' Leher

Agen LPG di Rengat Jual Gas Bersubsidi Mahal, Rino:Harganya 'Mencekik' Leher

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 09 Mar 2020 22:16
Julfi Hendra
Agen LPG Bersubsidi Atas Nama Endarto Desa Kuantan Babu Kecamatan Rengat

Inhu-Ketersediaan gas bersubsidi atau elpiji 3 kilogram (kg) kembali langka dan Harga meroket walaupun di Agen LPG seperti di Desa Desa Kuantan Babu (Kuba) Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Rino, warga Kuba kepada Spiritriau.com, Senin (09/03/2020), mengatakan, tempat dia tinggal membeli gas 3 kilogram tersebut di tempat Agen Endarto dengan harga mencapai Rp 23 ribu pertabung. 

Ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.050 per tabung.

Ironisnya, ungkap dia, sudah harganya sangat melambung, (Mahal) dan stok di pengecer pun cukup terbatas, itu pun harus daftar pakai KTP dan KK, Jika pun ada stok barang, harganya sangat mencekik leher.

Kemudian Agen LPG 3kg (bersubsidi) menjualnya ke warung-warung serta menggunakan sepeda motor yang membawa keranjang tentu bermuatan cukup banyak dan mendapat keuntungan yang besar, sedangkan kami tidak dapat LPG 3 kg,"Ungkapnya

Agen bernama Endarto Berhasil komfirmasi Spiritriau.com melalui istrinya Sri Lestari membenarkan memakai keranjang kewarung-warung dengan harga Rp.19 Ribu dengan alasan membawakan untuk orang lain yang belum dapat.

Lanjutnya, di karenakan kami (Endarto) sudah Rapat bersama Agen Belilas Permai Indragiri. Sehingga agen belilas permai pun membolehkan kami selaku agen LPG untuk mengantarkan kewarung-warung,"Ungkapnya sambil tersenyum.

Oyong selaku Direktur Utama Pecel Lele Restu Ibu Di komfirmasi Spiritriau.com membenarkan, Bahkan dirinya sempat menyaksikan langsung, ada agen pangkalan Atas nama Endarto  yang terang-terangan menjual  Rp 23.000 di tempatnya. “Padahal, di plang pangkalan jelas-jelas terpampang HET-nya Rp 18.050. per tabung sesuai SK Bup. Inhu No. kpts. 379/VII/2015,” Ungkapnya

Oyong menyebutkan, akibat harga elpiji di pangkalan dijual di atas HET,  dampaknya harga di warung eceran pun meroket hingga memberatkan masyarakat yang tidak mampu. Harga eceran  di warung rata-rata lebih dari Rp 23.000 per tabung. Ada yang Rp 25.000, bahkan di wilayah Desa Kuba, Kecamatan Rengat Kabupaten Inhu harganya menembus Rp 27.000 per tabung.

Tindakan tersebut, jelas melanggar aturan.  “Kalau dihitung, selisih dari  HET sampai harga di tangan konsumen begitu besar, sehingga memberatkan warga miskin yang menjadi sasaran subsidi. Saya meminta kepada Pertamina,  jika ada pangkalan yang melanggar HET, segera cabut SKU-nya,” Ujar Oyong selaku Direktur Utama Pecel Lele Restu Ibu

Lebih jauh Oyong menjelaskan, selain harganya mahal, barangnya pun langka sehingga banyak dikeluhkan masyarakat. Kelangkaan tersebut, terutama terjadi di wilayah Kuba Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu,**Hendra

Editor: Hendra

Sumber: Inhu

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.