Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Air Sumur Tercemar Limbah TPA Kopiluhur, Warga Kalilunyu Gatal-gatal

Peristiwa,

Air Sumur Tercemar Limbah TPA Kopiluhur, Warga Kalilunyu Gatal-gatal

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 14:30
Berita satu.com
Warga Kampung Kalilunyu RT 04/RW 04, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengeluhkan pencemaran air sumur yang diduga berasal dari limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur. 

Air lindi yang merembes ke dalam tanah mengubah kondisi air sumur menjadi keruh, berbau anyir, dan tak layak pakai.

Akibatnya, warga tidak lagi berani menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar memilih menutup sumur dan membeli air bersih guna memenuhi keperluan minum, mandi, dan mencuci. Ironisnya, sejumlah warga bahkan mengalami penyakit kulit dan gatal-gatal akibat masih menggunakan air yang sudah tercemar.

“Airnya bau, warnanya keruh. Kami sudah tidak berani pakai untuk masak atau mandi, karena bikin gatal-gatal,” ungkap Asep Hidayatullah, Ketua RT 04 Kampung Kalilunyu, Kamis (7/8/2025).

Menurut Asep, lokasi permukiman warga berada di bawah TPA Kopiluhur dengan jarak kurang dari satu kilometer. Posisi geografis tersebut diduga menjadi penyebab meresapnya limbah ke sumber air warga.

“Sumur-sumur di sini sudah tidak digunakan lagi. Kami sangat berharap Pemerintah Kota Cirebon, terutama Dinas Lingkungan Hidup, segera turun tangan menangani masalah ini secara serius,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Sri Hayati, warga lainnya, yang telah menutup sumurnya sejak dua tahun lalu. Ia terpaksa membeli air galon setiap bulan untuk kebutuhan konsumsi.

“Air sumur saya baunya menyengat dan warnanya keruh. Sejak dua tahun lalu, saya sudah tidak pakai lagi. Kalau dipakai mandi dan cuci malah bikin gatal-gatal,” ujarnya sembari menunjukkan bekas iritasi di kulitnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk memberikan bantuan air bersih serta meninjau kembali pengelolaan limbah di TPA Kopiluhur yang selama ini dituding sebagai sumber pencemaran.

Keluhan dari Kalilunyu menambah daftar panjang dampak lingkungan akibat TPA yang berdekatan dengan permukiman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Pemerintah Kota Cirebon.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA " Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA " Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.