Minggu, 17 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Akibat Cuaca Buruk, Nelayan Bengkalis Kurangi Melaut

Peristiwa

Akibat Cuaca Buruk, Nelayan Bengkalis Kurangi Melaut

Laporan : Afdal Alfari
Senin, 13 Feb 2017 16:54
Internet
ilustrasi
BENGKALIS-Akibat cuaca buruk sejak beberapa pecan terakhir, sejumlah nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Bengkalis mulai mengurangi aktifitas melaut. Cuaca buruk tidak hanya hujan, tapi juga angin kencang yang sering terjadi, apalagi sekarang musim utara.

Gelombang tinggi di perairan khususnya Selat Melaka, otomatis memberikan bahaya kepada keselamatan para nelayan, karena mayoritasnya adalah nelayan tradisional yang bermukim di kawasan pesisir kecamatan Bantan, Bengkalis dan Pulau Rupat. Hal tersebut jelas akan berdampak juga kepada perekonomian kelaurga nelayan.

 Sejak minggu lalu angin kencang dan gelombang laut yang tinggi, sehingga saya dan kawan-kawan mengurangi melaut. Apalagi sekarang musim utara, angin berhembus cukup kencang dan kita khawatir akan keselamatan di laut,"ujar Soleh, nelayan desa Jangkang kecamatan Bantan, Senin (13/02/2017).

Disebut ayah dua anak ini, akibat sudah beberapa hari tidak melaut, berdampak besar terhadap perekonomian keluarganya, karena tidak adanya pendapatan dari menjual ikan hasil tangkapan ke pasar. Tapi menurutnya, itulah resiko menjadi nelayan yang sudah diigeluti Soleh sejak dua puluh tahun lalu.

"Kemungkinan dalam beberapa hari kedepan, saya dan kawan-kawan nelayandi Jangkang ini tidak akan melaut dulu sampai musim utara berakhir. Waktu kosong tidak melaut saya manfaatkan untuk memperbaiki kapal (speedboat,red) yang biasa dipergunakan menjaring di perairan Selat Melaka,"sambung Soleh lagi.    

Sementara itu di pasar-pasar tradisional, dampak dari banyaknya nelayan tidak melaut adalah berkurangnya pasokan ikan. Kalaupun ada pasokan ikan, pedagang menjualnya dengan harga lebih tinggi dibanding hari biasanya.(afd)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:37

    Dua Korban Tanah Longsor Subang Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

    Dua individu yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Subang, Jawa Barat, telah ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

  • Sabtu, 16 Mei 2026 16:23

    Awal Mula Oknum TNI Diduga Tembak Rekannya di Kafe Palembang, Dipicu Senggolan saat Joget.

    Peristiwa penembakan antar sesama anggota TNI terjadi di sebuah kafe dan tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.Insiden tersebut mengakibatkan seorang pr

  • Sabtu, 16 Mei 2026 15:03

    Viral Ibu-Ibu Ricuh Bawa Sound System di Konser Afgan, Netizen Sebut Pernah Berulah Sebelumnya

    JAKARTA-Jagat maya tengah diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan ibu-ibu membuat kericuhan saat gelaran konser Afgan di mal Grand Indonesia. Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.