Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Alat Canggih Digunakan Cari Bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba

Peristiwa

Alat Canggih Digunakan Cari Bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba

Jumat, 22 Jun 2018 11:47
detik.com
Ilustrasi/Pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba
Jakarta - Pencarian bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, hari ini dilakukan dengan alat canggih Multi Beam Echo Sounder. Alat ini berfungsi memetakan kondisi di dasar Danau Toba.

"Kita harus mengetahui di mana titik koordinat tenggelamnya kapal sehingga kita bisa ambil langkah lanjutan," ujar Kepala Kantor SAR Medan yang juga SAR Mission Coordinator tenggelamnya KM Sinar Bangun, Budiawan, saat dimintai konfirmasi, Jumat (22/6/2018).

Alat tersebut akan dibawa ke area lokasi tenggelamnya kapal. Luas pencarian sekitar 600 meter di titik tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6).

Hingga saat ini ada 18 orang ditemukan selamat dan 3 orang penumpang KM Sinar Bangun yang ditemukan tewas. Sedangkan jumlah korban hilang tercatat 184 orang.

Sementara itu dikutip dari laporan Produser Lapangan CNN Indonesia Agus Supratman, pencarian di permukaan air Danau Toba diperluas hingga 10-20 km dari Pelabuhan Tigaras, Simalungun. Akan dioperasikan juga helikopter milik Basarnas dan TNI untuk menyisir Danau Toba.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan polisi masih menyelidiki dugaan kelalaian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun. Nakhoda disebut berpotensi menjadi tersangka.

"Penyelidikan awal, kita lihat kapal ini ada kelalaian-kelalaian yang terjadi," kata Tito kepada wartawan setelah meninjau posko Tigaras, Simalungun, Sumut, Kamis (21/6)

Dugaan kelalaian yang terjadi di antaranya memaksakan kapal diisi penumpang lebih dari muatan kapasitas. KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6)--sebelumnya disebut Kemenhub--hanya punya kapasitas angkut 43 orang.

Dugaan kelalaian lain adalah tidak adanya manifes penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, ke Tigaras. Selain itu, KM Sinar Bangun tidak memenuhi standar keselamatan dengan ketersediaan life jacket.

(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.