Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Anak Bomber di Surabaya Diserahkan ke Kemensos untuk Rehabilitasi

Peristiwa

Anak Bomber di Surabaya Diserahkan ke Kemensos untuk Rehabilitasi

Selasa, 12 Jun 2018 11:54
Surabaya - Sebanyak tujuh anak bomber dan terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin kepada pihak Kementerian Sosial. Sebelumnya, anak-anak ini mendapat pendampingan psikologis di RS Bhayangkara Surabaya.

"Hari ini ada 7 anak yang diserahkan. Satu anak teroris bomber Mapolrestabes, tiga anak dari bomber Rusunawa Sidoarjo, dan tiga anak dari Teguh, teroris yang ditangkap di Surabaya," ujar Machfud saat jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (12/6/2018).

Usai diserahkan ke perwakilan Kemensos, anak-anak ini rencananya akan mendapatkan pendampingan psikologis lebih lanjut, misalnya saja mendapat pendidikan agama dan pendidikan sekolah seperti anak-anak pada umumnya.

"Kita sudah koordinasi dengan beberapa pihak. Hari ini akan kita serahkan untuk dapat perawatan selanjutnya. Kita kerjasama dengan Kemensos. Kita serahkan pada Kemensos. Yang paling penting memberikan pemahaman keagamaan yang normal," tambah Machfud.

Namun ketika ditanya akan dibawa kemana anak-anak ini, Machfud hanya menyebutkan Kemensos memiliki beberapa tempat untuk menampung di seluruh Indonesia, sedangkan pihaknya akan tetap ikut mengawasi.

"Perawatan dan pengawasan ini harus clean dan bagus. Nanti dipilih yang terbaik tempatnya dari Kemensos, negara kan mesti akan memberikan yang terbaik. Kita hanya ikut membantu mengawasi saja," lanjut jenderal bintang dua ini.

Machfud juga menjelaskan kondisi anak-anak itu sudah mulai ceria dan membaik. Namun pihaknya berharap pemahaman agama anak-anak tersebut bisa lebih baik seperti anak-anak lainnya.

"Kondisinya dalam aspek medis atau kesehatan sudah mulai oke dan ceria. Cuma masih ada pemahaman yang kita ingin lebih baik lagi. Kemensos nanti akan menyiapkan sekolahnya dan disekolahkan. Semuanya sudah disiapkan dengan baik," tambah Machfud.

Ditemui di kesempatan yang sama, Direktur Rehabilitasi Kemensos Nahar mengatakan pihaknya telah siap untuk menerima anak-anak ini. Tak hanya itu, beberapa fasilitas seperti tempat dan sekolah juga telah dipersiapkan.

"Kami siap menerima anak-anak untuk proses berikutnya. Kita akan lakukan upaya," ujar Nahar.

Nahar juga tidak menyebutkan secara pasti kemana anak-anak ini akan dibawa. "Kementerian Sosial punya tempat khusus untuk anak dan ditempatkan di seluruh Indonesia. Yang pasti prinsipnya untuk yang terbaik bagi anak-anak. Kita menyesuaikan dengan kondisi anaknya, ada yang di Malang ada, di Jakarta dan di Surabaya ada," tutupnya.

(detik.com)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.