Jumat, 24 Apr 2026
Peristiwa,
BKSDA Riau Pasang 6 Kamera Jebak Pasca Pekerja Tewas Diserang Harimau di Pelalawan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 29 Jun 2025 17:56
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau memasang kamera jebak di sekitar lokasi serangan harimau sumatera yang menewaskan pekerja Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan pada Selasa (24/6/2025) malam lalu.
Interaksi negatif manusia dengan si belang selalu menelan korban luka maupun korban jiwa dari masyarakat, khususnya pekerja di areal perusahaan HTI maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Korban Hadito alias Kuang yang diterkam binatang buas itu hingga meregang nyawa dengan sejumlah luka gigitan dan cakaran di tubuhnya.
Pasca serangan mematikan hewan bernama latin panthera tigris sumatrae itu, tim gabungan dari BKSDA Provinsi Riau, Polsek Teluk Meranti, dan manajemen perusahaan HTI melakukan mitigasi ke lapangan. Sekaligus mengambil langkah-langkah agar tidak terulang lagi kejadian serupa kepada pekerja perusahaan.
"Sudah dilakukan pemasangan kamera jebak sebanyak 6 unit, untuk memantau pergerakan dan mengidentifikasi individu harimau tersebut," ungkap Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Bobby Even SH kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (29/6/2025).
Kamera trap 6 unit dipasang di titik-titik yang kemungkinan dilintasi harimau tersebut. Selain itu, tim BKSDA telah melakukan pemantauan menggunakan drone termal yang mendeteksi panas tubuh dengan radius 5 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) penyerangan. Namun belum ada tanda-tanda keberadaan hewan bertaring panjang itu.
Proses investigasi dan pengamatan di lokasi serangan harimau diserahkan ke pihak perusahaan, lantaran masuk dalam areal konsesinya.
"Untuk langkah selanjutnya, kemungkinan menunggu hasil kamera jebak yang sudah dipasang," tambah Kapolsek Bobby.
Diberitakan sebelumnya, Tim dari Polsek Teluk Meranti, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, dan pihak perusahaan pemilik konsesi HTI melakukan pengecekkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (25/6/2025) lalu.
Mereka mendatangi lokasi dimana korban Hadito diterkam hewan buas itu hingga meregang nyawa dengan sejumlah luka gigitan dan cakaran di sekujur tubuhnya.
"Tim penelusuran menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan banyak luka di tubuhnya," beber Kasi Humas Polres Pelalawan, Iptu Thomas Bernandes Siahaan kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (26/5/2025) lalu.
Korban diterkam si belang dengan saat buang air besar sekitar pukul 19.30 wib di belakang camp pekerja.
Korban Hadito alias Kuang hanya menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada saat buang hajat di kamar mandi. Ketika ia membuka celana, langsung diserang dan dibawa ke arah hutan akasia.
Rekan kerja pelaku terlebih dulu menemukan celana dan telepon genggamnya saat mencari setelah mendengar teriakan korban.
Para pekerja menemukan Hadito dalam kondisi telungkup dan kondis telanjang. Sejumlah luka gigitan dan cakaran di bahu, leher, serta punggung membuat ia meregang nyawa.
"Korban merupakan operator alat berat PT Citra Holindo yang merupakan subkontraktor perusahaan HTI akasia," tambah Thomas Bernandes.
Selan itu, tim gabungan memastikan korban diterkam oleh harimau dan dibawa ke dalam hutan. Jasad Hadito kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Teluk Meranti dan selanjutnya dibawa ke rumah keluarganya di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Pihak kepolisian dan BKSDA Riau telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan berkoordinasi dengan BKSDA Pusat untuk melakukan investigasi satwa harimau.
Fakta lain yang ditemukan petugas gabungan yakni dijumpai jejak harimau sumatera dengan diameter 14 centimeter di sekitar TKP.
Posisi korban buang air besar berjarak 15 meter dari camp pekerja. Sedangkan jasad Hadito ditemukan 100 meter dari lokasi buang hajat.
"Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari," ujarnya.
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca