Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bayi 2 Tahun Hampir Meninggal gegara Sembelit, Paru-parunya Terhimpit

Peristiwa,

Bayi 2 Tahun Hampir Meninggal gegara Sembelit, Paru-parunya Terhimpit

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 06 Sep 2025 16:10
Detiknews.com
Seorang bayi laki-laki berusia dua tahun hampir meninggal dunia karena konstipasi atau sembelit. Kondisi ini membuat bayi bernama Ivan Novak menangis kesakitan, muntah terus-menerus, dan kehilangan berat badannya.

Puncaknya di 2022, Ivan terus menangis kesakitan sampai dirawat di rumah sakit 25 kali dalam waktu enam bulan. Terlihat perut Ivan juga tampak membengkak karena sembelit, tetapi kedua orang tuanya tidak menyadarinya.

Sang Ibu, Elissa, menceritakan bagaimana balitanya itu kesulitan untuk mengangkat dirinya sendiri. Wanita di Inggris itu mengatakan kondisi ini terus memburuk.

Setelah diperiksa dokter, Elissa baru mengetahui bahwa usus besar putranya mengalami masalah. Dokter memperkirakan 2 kg dari berat badan Ivan, yakni 10 kg, adalah feses atau tinja.

Dikutip dari BBC, tinja di dalam tubuh Ivan sudah mendorong ke rongga paru-parunya dan membahayakan paru-parunya.

"Perutnya terhimpit, semua organnya terdorong keluar. Kami berada di UGD hingga 12 jam, hanya menunggu enema," beber Elissa.

"Itu adalah masa yang sangat mengerikan. Sangat traumatis bagi semua orang," tambahnya.

Wanita 35 tahun itu yakin bahwa diagnosis yang terlambat bisa berakibat fatal. Ia mengatakan alasan keterlambatan diagnosisnya karena kondisi genetik Ivan yang mempengaruhi kemampuan kognitifnya.

"Ia (Ivan) dianggap seperti anak-anak penyandang disabilitas," kata Elissa yang dikutip dari The Sun.

"Kami bahkan pernah punya konsultan yang bilang anak-anak disabilitas memang suka menjerit," sambungnya.

Saat itu, Elissa menyadari bahwa kondisi putranya itu tidak ditanggapi dengan serius. Sampai pada akhirnya mencapai di titik yang benar-benar serius.

"Tanda-tanda rasa sakitnya tidak disadari. Itu benar-benar seperti badai yang dahsyat," tuturnya.

Setelah diagnosisnya, Ivan diberikan obat pencahar. Perlahan kondisinya mulai membaik dan ditangani dengan cuci usus setiap hari.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:12

    Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:02

    Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran

    BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E

  • Sabtu, 20 Jun 2026 16:01

    Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti

    SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:05

    Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal

    Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta

  • Sabtu, 20 Jun 2026 15:02

    Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.