Kamis, 16 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Beda Sikap dengan Pemda Lain, Pemkot Tangsel Minta Operasional KRL Tak Disetop

Beda Sikap dengan Pemda Lain, Pemkot Tangsel Minta Operasional KRL Tak Disetop

admin
Senin, 20 Apr 2020 14:09
Penumpang KRL di Stasiun Manggarai. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Pemerintah daerah DKI Jakarta, Bogor dan daerah penyangga ibu kota meminta operasional KRL dihentikan sementara selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini untuk memutus rantai potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan justru berbeda sikap. Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak sependapat terkait wacana penghentian operasional KRL.

"Di peraturan Walikota nomor 13 tahun 2020 itu disebutkan bahwa semua pergerakan orang dan barang dihentikan sementara, kecuali kereta api dan pesawat udara," jelas Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, Senin (20/4).

Pemkot Tangsel beralasan, moda transportasi KRL sangat penting dan dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan pokok di Tangsel. Bahan pangan yang masuk di Pasar Serpong, berasal dari daerah Maja, Rangkasbitung.

"Kereta api seperti apa, yang mengangkut kebutuhan 9 bahan pokok, bahan di Pasar Serpong itu kan dari Maja, jadi nanti kita akan terpengaruh, jadi seperti itu. Bukan penyetopan, karena berpengaruh kepada ekonomi nanti," jelas dia.

Meskipun tetap beroperasi, pihaknya memastikan sejumlah stasiun yang ada di Tangsel, menjalankan protap kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19.

"Seperti aturan jaga jarak, penggunaan masker, pengecekan suhu badan. Jadi bukan kereta api kita setop, karena dia ngangkut sembako. Kita enggak sampai kesitu, tapi manajemen kereta apinya memahami atau menerapkan protokol kesehatan," terang Benyamin.

Jumlah Penumpang Turun

Sementara itu, Kepala Stasiun Rawa Buntu Iskandar mengakui adanya penurunan penumpang hingga 80 persen yang terjadi sejak PSBB diterapkan di Tangsel pada Sabtu (18/4).

"Biasanya pergerakan penumpang yang keluar maupun yang masuk stasiun mencapai 22.000 penumpang. Namun, saat ini telah berkurang sekitar 80 persen. Sebelum-sebelumnya (PSBB) adalah sekitar 18 persen, waktu baru imbauan bekerja dan sekolah dari rumah," kata dia.

Dari pantauan di stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, aktivitas penumpang KRL tidak seperti hari-hari sebelumnya. Pihak pengelola stasiun juga menerapkan standar protokol kesehatan bagi penumpang, yang akan memasuki area stasiun dengan pemeriksaan suhu tubuh dan kewajiban menggunakan hand sanitizer.

"Penyemprotan disinfektan juga rutin kami lakukan," ucap dia.
Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki