Bocah di Tangerang Tewas Tertabrak Truk, Polisi Sebut Korban Bikin Konten
Admin
Rabu, 15 Des 2021 14:30
Gara-gara membuat konten untuk diunggah ke media sosial, seorang anak berusia 13 tahun berinisial RI tewas tertabrak truk di Jalan Raya Serang KM 21, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/12).
Kanit Kecelakaan Lalu lintas Polres Kota Tangerang, AKP Mulyadi menuturkan korban mencoba memberhentikan truk yang sedang melaju kencang. Usai kejadian, sopir truk kabur meninggalkan lokasi.
"Kejadian sekira jam 01.00 WIB," kata Mulyadi kepada wartawan, Rabu (15/12).
Kasus ini merupakan kali ketiga yang terjadi selama enam bulan. "Kurang lebih sudah ada tiga kejadian (6 bulan terakhir)," tuturnya.
Mulyadi memastikan, peristiwa tertabraknya RI oleh truk yang melarikan diri itu, adalah kegiatan sekelompok anak dan remaja dalam proses memproduksi video untuk diunggah ke media sosial.
"Benar, untuk konten di Medsos. Enggak tahu untuk Instagram, YouTube atau apa," tutur dia.
Saat kejadian, korban bersama teman-temannya yang berjumlah sekira 10 anak bergerombol di pinggir jalan menunggu truk melintas.
"Anak di bawah umur semua, hari kejadian ada sekitar 10 orang anak. Mereka bergerombol di pinggir jalan raya Serang km 21 dekat ruko kredit plus Desa Cibadak Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Beberapa saat kemudian datang kendaraan truk tak dikenal yang melaju dari arah Cikupa menuju arah Balaraja, dan secara bersamaan anak-anak tersebut bergerak sesuai dengan perannya masing masing, ada yang merekam video menggunakan handphone, ada yang menyetop dan ada yang mengadang ke tengah jalan," jelas dia.
Nahas korban tertabrak truk tak dikenal tersebut. Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, korban mengalami luka-luka dan akhirnya meninggal dunia di TKP.
"Jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Tangerang, kendaraan truk tak dikenal kabur setelah kejadian. Saat ini masih dalam penyelidikan," katanya.
Dia mengungkapkan, kawasan jalan Raya Serang, Cikupa, Balaraja dan Jalan Pemda Tigaraksa, adalah yang paling sering digunakan anak-anak membuat video konten berbahaya. Dia juga meminta perhatian para orang tua, untuk mengawasi anak remajanya, agar tidak melakukan hal-hal berbahaya.
"Pantauan kami itu di Jalan Pemda Tigaraksa, Jalan Raya Serang, kawasan Cikupa dan Balaraja. Kalau truk di wilayah kami sangat banyak, karena kawasan industri," jelas dia.