Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bupati Kuansing Ancam Batalkan Proyek Jembatan Rp9 Miliar di Sentajo Raya, Penyebabnya...

Peristiwa

Bupati Kuansing Ancam Batalkan Proyek Jembatan Rp9 Miliar di Sentajo Raya, Penyebabnya...

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Mar 2026 13:54
(FotoGoriau.com)
TELUKKUANTAN-Bupati Kuantan Singingi, Riau Suhardiman Amby mengancam akan membatalkan rencana pembangunan Jembatan Sungai Lintang di Kecamatan Sentajo Raya senilai Rp9 miliar. Langkah ini diambil setelah warga dilaporkan nekat membuka kembali blokade jalan yang sebelumnya ditutup karena alasan keamanan.

​Akses jalan tersebut awalnya ditutup oleh Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Kuansing, dan Dinas PUPR karena kondisi jembatan yang dinilai rawan runtuh. Namun, warga setempat membuka paksa akses tersebut, memicu reaksi keras dari pemerintah daerah.

​"Kita tidak ingin masyarakat mengalami musibah akibat kondisi jembatan yang sudah tidak layak," ujar Suhardiman pada Selasa (3/3/2026) malam. "Namun, jika masyarakat tidak mau diatur demi keselamatan bersama, pembangunan jembatan itu bisa saja kita batalkan tahun ini."​

​Suhardiman menegaskan, pemerintah tidak segan untuk mengalihkan anggaran proyek tersebut ke kecamatan lain yang dinilai lebih kooperatif terhadap kebijakan keselamatan publik.

Selain ancaman pembatalan, bupati juga mempertimbangkan untuk menyerahkan sepenuhnya kewenangan pengelolaan jalan dan jembatan tersebut kepada Pemerintah Desa Pulau Komang atau Desa Muaro Sentajo.​

​Selain itu, Suhardiman turut menegur Camat Sentajo Raya. Ia meminta pihak kecamatan untuk lebih aktif berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan melakukan sosialisasi langsung kepada warga.

​"Tingkatkan koordinasi dan komunikasi agar masyarakat memahami situasi sebenarnya," tegasnya.​
Pemerintah Kabupaten Kuansing membantah tuduhan bahwa mereka mengabaikan kerusakan infrastruktur tersebut. Suhardiman menjelaskan bahwa anggaran pembangunan permanen telah disiapkan dan segera dieksekusi.

Pemasangan portal dan penutupan sementara sebelumnya dimaksudkan untuk mencegah kendaraan bertonase berat melintas, yang dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan total jembatan sebelum proyek dimulai.
Sumber: GoRiau.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:32

    One Way Nasional Diberlakukan dari Tol Japek Sampai Kalikangkung

    JAKARTA - Rekayasa lalu lintas (lalin) atau one way nasional resmi diberlakukan pada siang hari ini, Rabu (18/3/2026), saat arus mudik Lebaran 2026. Satu arah itu berlangsung mulai dari Tol Jakarta-Ci

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:42

    Pria Paruh Baya Diduga Dianiaya hingga Meninggal Dunia di Jalan Pangeran Hidayat

    PEKANBARU - Seorang pria bernama Muhammad Zen (50) ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan berat di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Gang Abad

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:00

    KontraS Ungkap Kondisi Andrie Usai Disiram Air Keras: Tak Buta, tapi Fungsi Mata Menurun

    JAKARTA - Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, berangsur membaik setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie telah menjalani operasi mata di Rum

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:55

    Jasa Marga Ungkap 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta hingga 18 Maret 2026

    JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono melaporkan sebanyak 34% kendaraan telah meninggalkan Jakarta per hari ini, Rabu (18/3/2026). Jasa Marga telah memprediksi,

  • Rabu, 18 Mar 2026 14:23

    Kapolri Resmikan Renovasi Masjid Al-Adzim dan Kukuhkan Satgas PHK di Riau

    PEKANBARU - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menandatangani prasasti renovasi Masjid Al-Adzim sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premani

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.