Jumat, 08 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Cerita Pilu di Balik Kematian Tragis Pelajar SMA Usai Tenggak Racun Herbisida

Cerita Pilu di Balik Kematian Tragis Pelajar SMA Usai Tenggak Racun Herbisida

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 08 Mei 2026 09:19
Jakarta - Duka mendalam menyelimuti Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru. Seorang remaja berinisial AAS (16), yang dikenal sebagai pribadi pendiam, mengembuskan napas terakhirnya setelah nekat mengakhiri hidup dengan meminum racun rumput jenis herbisida pada Selasa (5/5/2026).

Insiden tragis ini diduga kuat dipicu oleh depresi mendalam akibat permasalahan pribadi yang dipendam sendiri oleh korban.

Peristiwa bermula saat AAS mengeluhkan sakit perut yang hebat kepada nenek angkatnya. Dalam kondisi lemas, korban sempat meminta susu dengan harapan dapat menetralisir racun yang telah masuk ke tubuhnya.

Melihat kondisi cucunya yang semakin memburuk, pihak keluarga segera melarikan AAS ke Puskesmas Batang Toru. Karena kondisi yang kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kota Padangsidimpuan. Meski tim medis telah berupaya melakukan penanganan intensif, nyawa pelajar SMA tersebut tidak tertolong.

Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmonth Sitorus, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian korban murni karena bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan temuan botol herbisida di lokasi kejadian dan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada fisik korban.

"Hasil olah TKP memperkuat indikasi bunuh diri. Petugas menemukan botol herbisida, dan pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat racun tersebut," ujar Iptu Bontor pada Kamis (7/5/2026).

 

Dugaan Depresi dan Tekanan Ekonomi
AAS diketahui telah tinggal bersama nenek angkatnya selama tujuh tahun terakhir karena kondisi ekonomi orang tua kandungnya yang terbatas. Berdasarkan keterangan warga dan keluarga, belakangan ini AAS sering terlihat murung dan banyak melamun.

"Korban seperti menyimpan masalah berat, namun tidak pernah menceritakannya kepada siapa pun. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan depresi sebagai motif utama korban melakukan tindakan nekat tersebut," tambah Iptu Bontor.

KONTAK BANTUAN
Masalah kesehatan mental adalah hal yang serius. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tanda-tanda depresi atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan mental terdekat. Jangan menghadapi beban sendirian.

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.(liputan6).


Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/6364570/cerita-pilu-di-balik-kematian-tragis-pelajar-sma-usai-tenggak-racun-herbisida

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.