Senin, 20 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Diduga Ada Indikasi Politik di Balik Pansus DPRD DKI

Diduga Ada Indikasi Politik di Balik Pansus DPRD DKI

Sabtu, 08 Agu 2015 09:27
Dok Okezone
Pimpinan DPRD DKI

JAKARTA-Jajaran DPRD DKI Jakarta membentuk pansus terkait hasil temuan BPK, dimana salah satunya terkait dugaan penyalahgunaan pembelian lahan RS Sumber Waras.

Pengamat tata kota, Yayat Supiyatna, mengatakan, jika memang ada persoalan maka sudah selayaknya hal tersebut dibuka ke publik.

"Ini kan ada perkembangan baru. Kalau ada fakta status tanah rumah sakit ada indikasi ada yang tidak sesuai, dibuka saja," ujar Yayat saat berbincang dengan Okezone, Jumat (7/8/2015) malam.

Dirinya pun tak mau mempermasalahkan pada era kepemimpinan siapa proyek tersebut dimulai. "Bukan masalah zaman siapa, kalau memang ada sesuatu yang salah ya dibuka saja. Kalau memang ada sesuatu yang diperbaiki ya memang harus diperbaiki. Semua di mata hukum kan sama," terangnya.

Sementara, pengamat politik dari SIGMA, Said Salahudin mencium adanya indikasi politik dibalik terbentuknya pansus oleh jajaran wakil rakyat Kebon Sirih itu.

"Mungkin saja ada indikasi politik, misalnya terkait Pilkada DKI 2017," kata Said.

Agar dugaan tersebut tidak terbukti kebenarannya dan membuat publik berspekulasi tentang upaya politik dari DPRD, maka Said berpendapat agar DPRD segera menjelaskan apa maksud dibalik terbentuknya pansus tersebut. Sebab, diantara banyaknya temuan BPK dari tahun-tahun sebelumnya, DPRD seolah tak memiliki taji untuk membentuk pansus demi mengungkap kebenaran masalah yang terjadi.

Pemeriksaan Ahok di Bareskrim

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama

Dijelaskan Said, pansus merupakan salah satu hak dari DPRD atas temuan dari BPK. "Soal tindak lanjut atas temuan BPK, sifatnya fakultatif. Merupakan hak yang bisa digunakan bisa juga tidak. Bahwa yang sebelumnya ada temuan dan tidak diproses dan sekarang diproses, kembali kepada hak itu," terangnya.

Saat disinggung soal adanya upaya 'balas dendam' dibalik pembentukan pansus karena sebelumnya Hak Menyatakan Pendapat (HMP) yang dibentuk DPRD DKI seolah menguap begitu saja, Said tidak setuju atas apa yang terjadi di masa lalu.

"Jangan dibilang selalu ada balas dendam, kasihan DPRD-nya nanti selalu dipandang salah. Mau melakukan fingsi dasarnya untuk melakukan pengawasan selalu tidak bisa lagi. Yang terpenting sekarang, DPRD harus buktikan apa yang sudah menjadi catatan dari BPK bila memang beracu dari situ," tandasnya. (okezone.com)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.