Minggu, 19 Apr 2026
Disperindag Rohul Minta SPBU Tidak Melayani Langsiran BBM
Laporan: Fahrin Waruwu
admin
Jumat, 17 Jan 2020 19:45
ROKAN HULU - Maraknya dugaan melangsir jenis Bahan Bakar Minyak (BBM), dan diduga konsumen memodif tangki kendaraannya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rokan Hulu bersama Personil Polisi Resor (Polres) melaksankan sidak dan sosialisasi dibeberapa Statsiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).
Bersama Kabid Perdagangan Disperindag Rokan Hulu, Ira Puspita SE bersama Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan, Aidil Fitra, Bidang Metologi Amri SH dan Pengamat Tera Zulkifli, melaksnakan sidak tersebut Kamis kemarin, (16/1/2020) di beberapa SPBU.
Seperti, di SPBU Simpang Kumu Kecamatan Rambah Hilir. SPBU Okak, Desa Kecamatan Rambah Samo 14-285-6118, dua SPBU di Kecamatan Ujungbatu, Lintam KM 6 Desa Pematang Tebih, di Desa Ujungbatu Timur nomor 14-284-605.Tandun dan Kabun.
Di setiap SPBU, masyarakat mengeluhkan pengurangan BBM jenis premium atau bensin, sehingga tidak mencukupi untuk keperluan masyarakat dan dikegiatan itu juga dilaksanakan penerapan tera nojel SPBU. Sesuai dari pemeriksaan tidak ditemukan segel yang putus dan yang rusak.
"Semua sesuai dengan standar, "kata Kabid Metrologi Disperindag Rokan Hulu.
Disampaikan Kabid Perdagangan dalam sidak itu, Ia meminta para pemilik SPBU untuk tidak melayani berbagai kegiatan lansiran BBM, terkhusus premium atau bensin di SPBUnya. Karena kegiatan itu menyalahi dan diharapkan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat konsumen.
"Tujuan sidak ini, Disperindag sebagai pengawasan dan sosialisasi dalam pelayanan SPBU untuk tidak melayani oknum masyarakat pelangsir yang diduga menimbun BBM. Apa lagi yang menggunakan jrigen dan kendaraan yang dimodifikasi tangkinya, "kata Ira Puspita.
Sementara itu, Hendra pengawas SPBU Simpang Kumu menyampaikan terimakasih atas sidak Disperindag Rokan Hulu dan tetap SPBU pengawasannya selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, meski miliki kendala adanya pengurangan pasokan premium dari Pertamina.
Diakui Hendra, BBM jenis partalite agak kurang dinikmati masyarakat, kalau penjualan meningkat kalau pas premium atau bensin ada.
"Partalite tidak terlalu diminati masyarakat, karena pengguna sepeda motor keluhkan agak susah hidup bila diengkol pagi hari, kalau penjualan memang ada peningkatan, "tuturnya.
Terpantau, pada sidak yang dilaksanakan, tidak ada ditemukan antrian panjang kendaraan, namun ditemukan lahan masyarakat disamping SPBU Okak, dijalan lintas Kecamatan Rambah Samo, ada puluhan unit sepeda motor merek Tander yang diduga digunakan melangsir BBM, namun dibantah oleh pemilik SPBU bernama Guntur didampingi pengawas Menasari.
"Saya tidak tau itu sepeda motor siapa yang punya. Di SPBU kita tidak ada melayani tukang langsir. Kalau antrian masyarakat pembeli ya ada, namun sudah ditertibkan, untuk tidak menggangu masyarakat pengguna jalan, "kata Guntur.
Selanjutnya di SPBU Km 6 Lintam Ujungbatu kata General Manager (GM), Ananto didampingi Pengawas Alfalah terimakasih saran dan sosialisasi Disperindag Rokan Hulu sebagai Pengawasan SPBU di Rokan Hulu.
Diakui Alfalah, BBM jenis premium dikurangi, "Ada datang 8 ton/hari dan kadang tiga hari 16 ton, sehingga kurang untuk kebutuhan masyarakat, mereka juga mengalami Losis tinggi. Losis ini bermacam-macam, karena faktor Alam, Alat dan Manusia, juga dijalan ada diduga mafia, "urainya.
"Ya kerugian dari tingginya Losis di seluruh jenis BBM, kalau dihitung satu tahun bisa dibeli mobil Avanza baru, "sebutnya. (Fah).
Berita Terkait
komentar Pembaca