Peristiwa
Driver Taksi Online Jelaskan Kronologi Pemukulan di Kokas
detik.com
Kamis, 26 Sep 2019 16:18
Jakarta - Driver taksi online sempat menggeruduMal Kota Kasablanka (Kokas) karena tak terima rekannya dianiaya sekuriti. Kini sekuriti yang terlibat pemukulan telah diproses hukum, korban pun menjelaskan duduk persoalannya.
Driver taksi online yang berinisial F. F menceritakan kronologi pengeroyokan tersebut bermula ketika ia menurunkan penumpangnya di lobi LG Mall Kokas. Dia menceritakan, pada saat itu mobilnya dipukul oleh sekuriti Kokas lantaran mobil yang ia kendarai hampir mengenai sang sekuriti.
"Dari hari itu, jam 14.15an saya sampai di lobi LG, lobi KFC itu langsung memasukan mobil. Memang hampir mengenai, bukan mengenai. Bukan nempel. Terus sekuriti itu mundur, kemudian memukul mobil dengan kencang, sambil mengatakan 'eh bangsat, lu pengen lindes gua, pengen bunuh gua,' dengan refleks saya turun," kata F saat berbincang dengan wartawan, Kamis (26/9/2019).
F mengungkap pemukulan kembali terjadi di parkiran. Sekuriti mendatanginya kembali dan menantang duel. F mengaku kemudian dikeroyok oleh dua orang sekuriti. F berharap kedua orang itu diproses hukum. "Saya individu. Pemukulan itu dua orang. Satu orang ngeplak sambil mengancam. Kalau karena masalah individu itu nggak bener. Mereka pakai seragam sekuriti," kata F seraya mengungkap rekan-rekannya di URC tiba ke Kokas dua puluh menit setelah pemukulan itu.
Sebagaimana diberitakan pada Senin (23/9/2019), Marketing Communication Assistant Manager Kokas, Monica Patricia Wong menyebut keributan antara security dan driver taksi online itu adalah masalah pribadi. Pihak Kokas juga menjelaskan security ini merupakan tanggung jawab dari outsource, bukan manajemen Kokas. Fahmi menyesalkan sikap manajemen Kokas tersebut.
"Dan saya menyesalkan pemberitaan Kokas (Kota Kasablanka) yang mengatakan bahwa ini diluar manajemen Kokas karena ini vendor. Lha, yang memperkerjakan vendor itu ya manajemen Kokas, ya tanggung jawab dong. Sebagai manajemen dia juga harus tanggung jawab, nggak bisa ada orang dipekerjakan tiba-tiba ada apa-apa, dia lepas tangan. Nggak bisa. Kita menyesalkan itu," tegasnya.
Fahmi juga menilai pihak manajemen Kokas tidak kooperatif dalam menyelesaikan kasus pengeroyokan ini. Dia menyebut pihak Kokas enggan memberikan data CCTV. "Dan satu lagi, kami dari ORASKI menyatakan benar korban ini anggota kami, yang profesinya driver online, yang juga memilki aturan. Bukan driver tidak jelas. Ini juga untuk meredam emosi teman-teman di luaran. Karena ini teman-teman pengennya turun aja. Kenapa? karena pertama yang kita sayangkan manajemen kokas ini tidak kooperatif. Ketika polisi meminta CCTV, juga katanya CCTV yang terdekat dengan kejadian rusak. Ini kita bisa nggak tahu ini menghilangkan barang bukti atau gimana, dikasihnya CCTV yang jauh, yang nggak kelihatan," jelasnya.
Hari Anak Nasional, Ratusan Pelajar Kunjungi Istana Kepresidenan
JAKARTA â€" Suasana Istana Kepresidenan Jakarta dipenuhi antusiasme ratusan pelajar SMAN 55 Jakarta yang mengikuti program "Istana untuk Anak Sekolah" pada Kamis (23/7/2026). Kunjungan yang bertepatan
PPATK Ungkap Modus Baru Judol, Deposit via QRIS Disamarkan Lewat Merchant Fiktif
JAKARTA â€" Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus baru transaksi judi online. Menurut PPATK, semakin banyak pelaku yang memanfaatkan Quick Response Code Indon
Pedagang, Pembeli Serta Penyimpan Narkotika Digulung Polisi Sektor LBJ, Tiga Pria Tak Berkutik
INHU â€" Gencar memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Indragiri Hulu (Inhu), Polda Riau melalui Polsek Lubuk Batu Jaya (LBJ) kembali mencetak hasil positif. Gabungan tim operasi
Kejagung Tak Tutup Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang Terkait Kasus MBG
Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan kesempatan untuk memeriksa nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan Program Makan Bergi
Masih Sering Balap Liar, Kasat Lantas Polres Bengkalis Ingatkan Ada Sanksi Pinada Kurungan
BENGKALIS - Aksi balap liar masih sering terjadi dan ditertibkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis. Pelaku balap liar yang didominasi remaja ini seakan tidak pernah jera untuk