Senin, 03 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Dua Bocah Asal NTT Diduga jadi Korban Perdagangan Anak di Samarinda

Peristiwa

Dua Bocah Asal NTT Diduga jadi Korban Perdagangan Anak di Samarinda

Sabtu, 23 Mar 2019 11:12
Merdeka.com
Dua Bocah NTT Kabur Dari Penampungan di Samarinda.
SAMARINDA - Dua bocah asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Fikri (12) dan Ifan (10) diduga jadi korban perdagangan anak. Keduanya terlihat mengalami luka di kepala dan memar di bagian badan.

Diketahui, dua bocah itu kabur dari rumah penampungan anak jalanan di Samarinda Seberang, Kalimantan Timur. Kakak beradik itu ditemukan relawan bersama petugas Dinsos Samarinda, Kamis (21/3) sekitar pukul 23.00 WITA di kawasan taman Mahakam Lampion Garden (MLG).

Fikri bercerita soal upaya kabur dari rumah penampungan anak jalanan. Dia bekerja sebagai pengemis dan pengamen jalanan di Samarinda.

"Saya dengan adik saya dibawa om-om dari Timor (NTT) naik kapal buat cari uang di sini," kata Fikri ditemui merdeka.com di home base relawan Info Taruna Samarinda (ITS), Jalan Bhayangkara, Jumat (22/3).

Di Samarinda, dia, adiknya dan anak-anak lain dipaksa harus mendapatkan uang Rp 1 juta dari hasil mengamen dan mengemis di jalanan. "Kalau tidak dapat dipukul pakai balok," ujar Fikri, sambil memperlihatkan luka di kepala dan memar di badannya.

"Saya dapatnya setiap hari Rp 50 ribu. Kalau saya kasih ke om-om, saya dapat Rp 10 ribu. Kalau makan, kadang makan, kadang tidak. Kalau tidur di pasar, tidak tentu," tambahnya.

Sang adik, Ifan juga menerangkan, ibunya bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Di Ende, keduanya hanya tinggal ayahnya.

"Ibu di Arab. Tidak tahu kalau Bapak (saat ditanya apakah dia dicari ayahnya atau tidak," terangnya.

Fikri, mengaku bersekolah di bangku kelas 5 SD di Ende dan adiknya, di bangku kelas 3 SD. "Tidak mau pulang ke Timor. Saya mau ke pesantren," timpal Fikri.

Koordinator ITS, Joko Iswanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KPAI Provinsi Kaltim terkait 2 anak yang diduga menjadi korban perdagangan anak ini.

"Tinggalnya di Samarinda Seberang. Diduga, ada puluhan anak lain jadi korban serupa. Jadi, kalau ke Seberang, naik kapal klotok nyeberang sungai, baru ada yang mintai uangnya. Targetnya memang ditarget Rp 1 juta setiap hari," kata Joko.


Sumber: merdeka.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:50

    Polda Metro Siapkan Pengamanan 47 Kegiatan di Jakarta dan Sekitarnya

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengamankan 47 kegiatan yang berlangsung di wilayah hukumnya hari ini. Kegiatan terdiri dari tiga penyampaian pendapat di muka umum dan 44 kegiatan masyarakat.Kabid Humas Po

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:20

    Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak

    Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak meski berupaya meningkatkan penerimaan negara. Langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan penagi

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:17

    AXIS Nation Cup 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar di 40 Kota

    JAKARTA-PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS kembali menghadirkan AXIS Nation Cup (ANC) 2026, turnamen futsal antarpelajar jenjang SMA dan SMK yang memasuki tahun keempat peny

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:14

    Mulai 3 Agustus, Ribuan UMKM Bisa Urus NIB hingga Sertifikat Halal Gratis di DPMPTSP Riau

    PEKANBARU - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengurus legalitas usaha secara gratis diminta memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum mendatangi lokasi pela

  • Sabtu, 01 Agu 2026 16:12

    Jenguk Pasien RSUD Dorak, Bupati Asmar Pastikan Mutu Layanan Meranti

    MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Asmar mengunjungi tokoh masyarakat Katan beserta sejumlah warga yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dorak, Selatpanjang, Jumat (31/7/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki