Kamis, 19 Feb 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Dugaan Mafia Tanah 20 Tahun, Nenek Asni dan Putrinya Laporkan Kasus Konsinyasi Tol ke Polda Riau

Berita

Dugaan Mafia Tanah 20 Tahun, Nenek Asni dan Putrinya Laporkan Kasus Konsinyasi Tol ke Polda Riau

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 18 Feb 2026 15:13
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Sengketa lahan yang menyeret nama Hasniar (Asni) dan putrinya, Elsi Rahmayani, kembali memasuki babak baru. Setelah lebih dari setahun bergulir di pengadilan dan diwarnai sidang lapangan yang ricuh, keduanya akhirnya resmi melaporkan dugaan mafia tanah ke Kepolisian Daerah Riau, Rabu (18/2/2026).

Laporan itu disampaikan langsung oleh Asni dan Elsi di markas Polda Riau. Dalam keterangannya, Asni mengaku telah dizalimi selama kurang lebih 20 tahun.

“Saya selama ini dizolimi mafia tanah. Tanah yang saya miliki di Muara Fajar Timur, Rumbai Barat, yang terdampak ganti rugi tol, uangnya sekarang dikonsinyasi di pengadilan negeri oleh Kementerian PUPR dengan data yang tidak jelas,” ujar Asni yang telah berumur 73 tahun itu.

Ia memohon perlindungan hukum kepada Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Menurut dia, pelaporan ini dilakukan karena proses hukum yang berjalan di pengadilan dinilai tidak memberikan kepastian.

Sengketa lahan tersebut sebelumnya telah memasuki tahap sidang lapangan terkait objek tanah yang terdampak proyek Tol Pekanbaruâ€"Rengat. Dalam sidang pekan lalu, suasana sempat memanas ketika pihak yang menggugat disebut tidak mampu menunjukkan secara pasti objek sengketa di lokasi.

Asni menyebut pihak yang melaporkannya ke pengadilan adalah dua orang yang ia tuding sebagai mafia tanah.

“Kemarin sidang lapangan, mereka turun ke lokasi, tapi tidak bisa menunjukkan tanah yang mereka klaim. Sementara kami sudah menguasai fisik lahan itu kurang lebih 30 tahun,” katanya.
Sidang terkait konsinyasi ganti rugi disebut telah berlangsung lebih kurang satu tahun, namun beberapa kali mengalami penundaan.

Menurut Asni, tanah di Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, telah dikelola keluarganya sejak sekitar tiga dekade lalu. Ia bersama anaknya, Elsi Rahmayani, mengaku menguasai dan memanfaatkan lahan tersebut secara fisik tanpa gangguan berarti pada awalnya.

Permasalahan muncul ketika lahan itu masuk dalam trase proyek jalan tol. Proses ganti rugi kemudian dilakukan melalui mekanisme konsinyasi oleh Kementerian PUPR karena muncul klaim kepemilikan dari pihak lain.

Sejak saat itu, sengketa hukum pun bergulir di pengadilan. Kuasa hukum Elsi sebelumnya menyatakan adanya ketidakjelasan data dalam proses konsinyasi dan menduga adanya cacat prosedural. Sejumlah mahasiswa juga sempat mengungkap dugaan penggunaan identitas fiktif dalam perkara tersebut.

Asni mengaku memiliki bukti atas dugaan penggunaan data palsu yang disebut digunakan untuk mengganggu proses persidangan.

“Hari ini saya melaporkan mafia tanah ini ke Polda Riau. Mereka (gunakan) data-data palsu untuk mengganggu kami di persidangan. Data yang tidak jelas, saya punya bukti,” ujarnya.
Dalam laporannya, Asni meminta perlindungan hukum agar dirinya dan keluarga tidak lagi merasa terintimidasi selama proses hukum berjalan. Ia berharap kepolisian dapat mengusut dugaan mafia tanah yang disebut telah mengganggu hak kepemilikan lahannya selama bertahun-tahun. 
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Feb 2026 16:37

    Ekonomi Tumbuh 4,79 Persen, Pemprov Riau Siapkan RKPD 2027 Berbasis Daya Saing

    PEKANBARU ďż˝" Pertumbuhan ekonomi Riau yang mencapai 4,79 persen pada 2025 menjadi modal optimisme dalam penyusunan RKPD 2027. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang tetap terjaga

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:30

    10 Saham Top Gainer Perdagangan Rabu 18 Februari 2026, Simak Daftar Emitennya

    IDXChannelâ€"Simak 10 saham top gainer hari ini. Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, IHSG ditutup parkir di zona hijau 8.310 dengan kenaikan 1,19 persen. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp23,6

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:15

    Jalani Proses Cerai, Boiyen Posting Foto Galau dengan Lagu 'Kukira Kau Rumah'

    JAKARTA - Di tengah proses perceraiannya dengan Rully Anggi Akbar, Boiyen tampak sudah menghapus foto preweddingnya di Instagram. Namun di Instagram feeds boiyenpesek memang masih ada beberapa potret

  • Rabu, 18 Feb 2026 16:07

    Transformasi Dunia Kerja, Menaker Sebut Shopee Affiliate Buka Peluang Ekonomi Baru Era Digital

    JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai program pelatihan berbasis keterampilan digital seperti affiliate dapat menjadi alternatif peluang kerja dan sumber pendapatan baru bagi m

  • Rabu, 18 Feb 2026 15:56

    Perdebatan Genteng vs Seng, Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Tak Cukup Rp60 Juta

    JAKARTA ďż˝" Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera masih memunculkan perdebatan terkait jenis material atap yang akan digunakan, antara genteng atau seng. Perdebatan ini muncul kare

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.